Ida mengatakan, kolaborasi diperlukan agar masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat terjangkau, termasuk mereka yang belum masuk dalam penanganan pemerintah daerah.
“Kalau tidak terjaring oleh pemerintah daerah, maka sama kami dijaring. Jadi, nanti tidak tumpang tindih. Kami hanya ikut merapikan dan membantu,” tuturnya.
Komitmen sosial tersebut juga diwujudkan melalui kegiatan donor darah yang digelar Wanoja Perjuangan bersama Palang Merah Indonesia (PMI), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.
Baca Juga:STMIK DCI Jadi Pusat Inkubasi Robotika Jawa Barat, Kota Santri Bidik Ekosistem TeknologiTasikmalaya International Job Fair Diserbu 4.116 Pendaftar! Lowongan Tembus 7.222 Posisi, ini Jadwalnya
Bagi organisasi ini, peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga kesempatan untuk melakukan aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Hari ini, di Hari Sumpah Pemuda, kami beraksi bersama PMI untuk menyumbangkan darah kepada yang memerlukan. Setitik darah bisa berarti dalam kehidupan. Pada 28 Oktober ini, kami melakukan gerakan donor darah,” pungkasnya.
Ke depan, Wanoja Perjuangan menyatakan akan terus merespons kebutuhan masyarakat melalui kegiatan sosial dan pendampingan di daerah pemilihan Jawa Barat yang meliputi Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Kuningan, dan Kota Banjar.
Melalui langkah tersebut, organisasi ini berupaya memastikan persoalan perempuan tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi mendapat perhatian dan penanganan melalui kerja bersama di lapangan. (deni nurdiansah)
