TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Akses keuangan yang tepat bisa menjadi modal penting untuk menggerakkan ekonomi daerah.
Di Kabupaten Garut, pembiayaan petani kentang menembus Rp20 miliar sepanjang 2025, diiringi peningkatan jumlah petani penerima manfaat hingga 48,2 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu program unggulan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Garut yang mengantarkan daerah itu masuk nominasi Program TPAKD Terbaik Tingkat Kabupaten Wilayah Jawa-Bali dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026, 22 Oktober 2026.
Baca Juga:STMIK DCI Jadi Pusat Inkubasi Robotika Jawa Barat, Kota Santri Bidik Ekosistem TeknologiTasikmalaya International Job Fair Diserbu 4.116 Pendaftar! Lowongan Tembus 7.222 Posisi, ini Jadwalnya
Program pembiayaan melalui Perumda BPR Garut dan Koperasi Ganitri tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sekaligus membuka akses permodalan bagi masyarakat.
Melalui program UPLAND Kentang, jumlah petani penerima manfaat meningkat dari 792 orang pada 2024 menjadi 1.174 orang pada 2025.
Kenaikan itu menunjukkan bahwa akses pembiayaan bukan sekadar urusan angka penyaluran kredit.
Bagi petani, dukungan modal menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas dan mengembangkan usaha di tengah kebutuhan biaya produksi yang terus berjalan.
Tak berhenti di sektor pertanian, TPAKD Kabupaten Garut juga memperluas akses keuangan melalui pasar modal dan kepemilikan rekening bagi pelajar.
Melalui program Berdaya Investor Muda dan UMKM Go Public, TPAKD mencatat penambahan 45.245 Single Investor Identification (SID) baru. Angka tersebut jauh melampaui target yang ditetapkan sebanyak 6.545 SID.
Sementara itu, melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), sebanyak 25.797 rekening pelajar telah dibuka hingga 2025.
Baca Juga:Denda PBB-P2 di Kota Tasikmalaya Dihapus Total, Tunggakan Lama Bisa Dipangkas 100 PersenGP Ansor Kritik Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya, Jangan Cuma Bangga Jadi Kota Santri
Program ini diarahkan untuk memperkenalkan layanan keuangan sejak dini sekaligus memperluas jangkauan kepemilikan rekening di kalangan pelajar.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan masuknya Kabupaten Garut dalam nominasi TPAKD terbaik menunjukkan pentingnya kolaborasi dan penyusunan program yang sesuai dengan potensi ekonomi daerah.
“Masuknya Kabupaten Garut dalam nominasi Program TPAKD Terbaik Wilayah Jawa-Bali menunjukkan bahwa perluasan akses keuangan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat apabila didukung kolaborasi yang kuat dan program yang tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut dia, perluasan akses keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan begitu, layanan keuangan tidak berhenti pada pembukaan rekening atau penyaluran pembiayaan, tetapi mampu mendukung aktivitas ekonomi yang lebih produktif.
