PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Ketidakhadiran 15 dari 16 anggota Fraksi PDI Perjuangan dalam Rapat Paripurna Istimewa Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran, Minggu (25/10/2026), sempat menjadi sorotan publik.
Di tengah momentum hari jadi daerah itu, kursi wakil rakyat yang kosong justru memantik pertanyaan tentang penghormatan terhadap agenda resmi pemerintahan.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran, Riki Zulfikri, akhirnya angkat bicara.
Baca Juga:STMIK DCI Jadi Pusat Inkubasi Robotika Jawa Barat, Kota Santri Bidik Ekosistem TeknologiTasikmalaya International Job Fair Diserbu 4.116 Pendaftar! Lowongan Tembus 7.222 Posisi, ini Jadwalnya
Ia menilai, meski peringatan hari jadi daerah penting, esensi pengabdian anggota dewan tidak semata-mata diukur dari kehadiran dalam sebuah seremoni.
Menurut Riki, rapat paripurna istimewa tersebut tidak membahas persoalan krusial yang membutuhkan pengambilan keputusan strategis.
Karena itu, ia menilai kehadiran anggota dewan dalam jumlah besar bukan keharusan prosedural dalam agenda tersebut.
“Menghadiri atau menghormati acara milangkala itu penting. Tapi yang sangat penting adalah berjuang sekeras-kerasnya untuk kepentingan masyarakat banyak, sesuai dengan cita-cita pemekaran,” ungkapnya, Senin (26/10/2026).
Pernyataan tersebut menjadi penjelasan partai atas absennya mayoritas kadernya dalam agenda tahunan DPRD Kabupaten Pangandaran itu.
Namun, alasan mengenai pentingnya kerja nyata dibandingkan seremoni juga menyisakan pertanyaan publik: bagaimana komitmen terhadap masyarakat ditunjukkan dalam agenda resmi yang menjadi bagian dari kehidupan kelembagaan daerah?
Riki menegaskan, secara kelembagaan PDIP tetap menghormati agenda resmi DPRD, termasuk rapat paripurna peringatan hari jadi kabupaten. Ia menyebut partainya tidak bermaksud mengabaikan marwah lembaga legislatif.
Baca Juga:Denda PBB-P2 di Kota Tasikmalaya Dihapus Total, Tunggakan Lama Bisa Dipangkas 100 PersenGP Ansor Kritik Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya, Jangan Cuma Bangga Jadi Kota Santri
Menurut dia, orientasi perjuangan kader harus tetap diarahkan pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran dalam acara peringatan hari jadi, kata dia, penting sebagai bentuk penghormatan terhadap daerah, tetapi tidak boleh menggeser tugas utama wakil rakyat.
Sebelumnya, Rapat Paripurna Istimewa Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran diwarnai minimnya kehadiran anggota DPRD.
Dari total 40 anggota dewan, hanya 19 orang yang tercatat hadir, sedangkan 21 lainnya tidak tercatat dalam daftar kehadiran.
Berdasarkan data absensi yang dihimpun di lapangan, Fraksi PDIP menjadi fraksi dengan jumlah ketidakhadiran terbanyak. Dari 16 anggota, hanya Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin yang tercatat hadir.
Di Fraksi Golkar, tiga anggota hadir dan dua lainnya tidak tercatat hadir. Sementara itu, Fraksi Gerindra hanya diwakili satu anggota, sedangkan empat anggota lainnya absen.
