Milangkala Pangandaran Sepi, 15 Dewan PDIP Absen! Ini Penjelasan Sekretaris DPC

Dewan PDIP Absen Paripurna
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran, Riki Zulfikri. istimewa
0 Komentar

Adapun lima anggota Fraksi PKB dan empat anggota Fraksi PAN tercatat hadir. Seluruh anggota Fraksi Persatuan, yang terdiri atas tiga anggota PKS dan dua anggota PPP, juga tercatat menghadiri agenda tersebut.

Minimnya kehadiran tidak hanya terlihat di ruang paripurna. Halaman Gedung DPRD Kabupaten Pangandaran yang menjadi lokasi kegiatan juga tampak lengang. Kursi-kursi undangan hanya diisi sejumlah kepala desa, kapolsek, dan pejabat lainnya.

Kondisi tersebut menjadi catatan dalam peringatan hari jadi yang semestinya menjadi momentum refleksi perjalanan pembangunan daerah.

Baca Juga:STMIK DCI Jadi Pusat Inkubasi Robotika Jawa Barat, Kota Santri Bidik Ekosistem TeknologiTasikmalaya International Job Fair Diserbu 4.116 Pendaftar! Lowongan Tembus 7.222 Posisi, ini Jadwalnya

Kepala Desa Sukahurip, Warsiman Haerudin, mengakui suasana Milangkala Pangandaran tahun ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Ia melihat perbedaan itu, baik dalam pelaksanaan karnaval maupun jumlah undangan yang hadir.

“Kemarin karnaval juga pesertanya tidak totalitas. Dan hari ini saya lihat kehadirannya, meskipun tidak dicatat, memang tidak seperti tahun-tahun lalu,” kata Warsiman, Minggu (25/10/2026).

Meski demikian, Warsiman berharap Milangkala Pangandaran tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Peringatan hari jadi, menurut dia, semestinya menjadi momentum memperkuat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mendorong pemerintah kabupaten memperkuat sinergi dengan pemerintah desa agar program pembangunan tidak hanya tersusun di tingkat kabupaten, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat hingga pelosok.

“Tentunya pemerintah di tingkat desa berharap adanya program-program yang bisa bersinergi dengan desa untuk membangun masyarakat desa,” ucapnya.

Minimnya kehadiran anggota DPRD pun menjadi perhatian di tengah harapan masyarakat terhadap pembangunan Pangandaran.

Penjelasan mengenai pentingnya kerja nyata kini berhadapan dengan tuntutan publik agar komitmen tersebut juga tercermin dalam tanggung jawab kelembagaan dan penghormatan terhadap agenda resmi daerah. (deni nurdiansah)

0 Komentar