Kemarau Ekstrem Masih Menghantui Pangandaran! 38.296 Jiwa Krisis Air Bersih, Distribusi Tembus 4 Juta Liter

4 Juta Liter Air Digelontorkan
Infografis dari reportase. olah digital / ChatGPT
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Jutaan liter air bersih sudah digelontorkan, tetapi krisis air di Kabupaten Pangandaran belum juga surut.

Di tengah kemarau ekstrem yang membuat sumur warga mengering, sebanyak 38.296 jiwa atau 13.073 kepala keluarga (KK) masih terdampak kekurangan air bersih.

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, kekeringan telah melanda 49 desa yang tersebar di 10 kecamatan.

Baca Juga:STMIK DCI Jadi Pusat Inkubasi Robotika Jawa Barat, Kota Santri Bidik Ekosistem TeknologiTasikmalaya International Job Fair Diserbu 4.116 Pendaftar! Lowongan Tembus 7.222 Posisi, ini Jadwalnya

Kondisi ini menjadi gambaran betapa panjangnya perjuangan warga untuk mendapatkan air, kebutuhan dasar yang semestinya tak perlu diperjuangkan sejauh ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Dodo Kusnadi mengatakan, krisis air bersih dipicu menyusutnya debit sumber air akibat perubahan iklim dan dampak fenomena El Nino.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD berkolaborasi dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI), hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Distribusi dilakukan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk pelosok permukiman.

“Sampai saat ini, total air yang telah didistribusikan mencapai 4.020.000 liter atau setara dengan 264 tangki,” ujar Dodo, Senin (26/10/2026).

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya upaya penanganan yang telah dilakukan. Namun, di lapangan, persoalan belum selesai.

Sejumlah sumur warga dilaporkan mengering total, sementara sumber mata air di sekitar permukiman mulai kehilangan pasokan.

Petugas pun harus bekerja maraton. Pengiriman air dilakukan sejak pagi, siang, hingga malam untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:Denda PBB-P2 di Kota Tasikmalaya Dihapus Total, Tunggakan Lama Bisa Dipangkas 100 PersenGP Ansor Kritik Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya, Jangan Cuma Bangga Jadi Kota Santri

Tanpa pasokan tersebut, masyarakat harus menghadapi kesulitan mendapatkan air untuk keperluan rumah tangga.

“Bencana El Nino membuat kondisi di pelosok perkampungan semakin parah. Sumur-sumur warga kering kerontang. Upaya pasokan air ini diharapkan dapat meringankan beban mereka dalam menghadapi musim kemarau panjang ini,” jelasnya.

Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana menuturkan, distribusi air dilakukan setiap hari berdasarkan permohonan resmi dari pemerintah desa atau kecamatan.

Tingginya kebutuhan di lapangan membuat petugas terkadang harus bekerja hingga larut malam.

“Pasokan air bersih ini kami lakukan setiap hari untuk membantu warga. Kami menyalurkan air dengan kapasitas 6.000 liter per tangki dan berharap warga dapat memanfaatkannya seperlunya, terutama untuk kebutuhan prioritas,” katanya.

0 Komentar