Nana menjelaskan, air yang disalurkan tidak berasal dari jaringan perusahaan daerah air minum (PDAM), melainkan dari sumber mata air yang masih tersedia.
Pasokan tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak, seperti konsumsi, memasak, bersuci, dan sanitasi.
Di tengah kemarau yang belum mereda, distribusi air menjadi penopang sementara bagi ribuan keluarga.
Baca Juga:STMIK DCI Jadi Pusat Inkubasi Robotika Jawa Barat, Kota Santri Bidik Ekosistem TeknologiTasikmalaya International Job Fair Diserbu 4.116 Pendaftar! Lowongan Tembus 7.222 Posisi, ini Jadwalnya
Namun, luasnya wilayah terdampak dan mengeringnya sumber air menunjukkan bahwa kebutuhan warga bukan hanya soal berapa banyak tangki yang dikirim, melainkan juga bagaimana pasokan air tetap tersedia selama kekeringan berlangsung.
Bagi warga terdampak, setiap tangki memang berarti bantuan. Tetapi selama sumur masih kering dan hujan belum datang, perjuangan mendapatkan air bersih belum benar-benar berakhir. (deni nurdiansah)
