Uang Renovasi Rp10 Juta Lenyap, Dapur Warga Padaherang Pangandaran Tak Kunjung Digarap

Uang Lunas
Warga Padaherang, Istiqomah, memperlihatkan bukti laporan dugaan penipuan oleh pemborong, Kamis (22/10/2026). istimewa
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Janji renovasi rumah berujung laporan polisi. Istiqomah (24), warga Kedungwulu, Desa Panyutran, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mengaku merugi Rp10 juta setelah pekerjaan renovasi dapur rumahnya tak kunjung dikerjakan oleh pemborong berinisial A.

Ironisnya, uang tersebut sudah dibayarkan lunas. Namun, alih-alih melihat dapurnya mulai dibangun, korban justru harus berulang kali menagih kepastian pekerjaan hingga pengembalian uang yang tak kunjung terealisasi.

Merasa dirugikan, Istiqomah akhirnya melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan tersebut ke Polres Pangandaran pada Rabu lalu.

Baca Juga:Stok Darah RSUD dr. Soekardjo Terbantu, Ratusan Prajurit Macan Putih Turun TanganRetribusi Kios Pasar Kota Tasikmalaya Bakal Naik 25 Persen, Pedagang Minta Tunggakan Dihapus

Berdasarkan penuturannya, kerja sama dengan terduga pemborong itu bermula pada September lalu.

Saat hendak merenovasi dapur rumah, Istiqomah memilih menggunakan jasa A karena sebelumnya pernah mempercayakan renovasi bagian depan rumah kepada orang yang sama. Saat itu, pekerjaan berjalan lancar tanpa kendala.

Berbekal pengalaman tersebut, korban kembali mempercayakan pekerjaan renovasi kepada A. Namun, kali ini ceritanya berbeda.

Awalnya, pemborong meminta uang muka sebesar Rp5 juta. Setelah uang diserahkan, permintaan tambahan dana datang secara bertahap dengan alasan untuk membeli material bangunan yang masih kurang.

Hingga akhirnya, korban diminta melunasi pembayaran dengan total mencapai Rp10 juta. Pemborong pun menjanjikan pengerjaan akan dimulai dalam waktu satu minggu.

Namun, tenggat waktu berlalu tanpa ada pekerjaan yang dimulai. Dapur yang dijanjikan direnovasi tak kunjung tersentuh.

Ketika ditagih, terduga pemborong disebut berulang kali menyampaikan alasan keterlambatan.

Mulai dari kendala pemesanan barang, pengiriman material dari luar daerah yang terlambat, hingga mengaku sedang berada di kantor.

Baca Juga:Ironis, Warga Belakang Bale Kota Tasikmalaya Kesulitan Air BersihKota Tasikmalaya Gaungkan Santri Melek Teknologi dan Inovasi

Kecurigaan Istiqomah semakin menguat ketika menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai pihak pengirim material bangunan.

Nomor tersebut mengabarkan bahwa material sudah tiba di wilayah Tasikmalaya dan Banjar. Untuk meyakinkan korban, pengirim pesan turut mengirimkan foto truk bermuatan barang yang ditutupi terpal.

Namun, setelah menelusuri foto tersebut melalui mesin pencari Google, Istiqomah mendapati gambar truk yang dikirimkan diduga diambil dari internet, bukan dokumentasi pengiriman material yang sebenarnya.

Temuan itu membuat korban semakin mempertanyakan keseriusan pemborong dalam merealisasikan pekerjaan yang telah dibayar lunas.

0 Komentar