TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah menjamurnya kafe dan tren makanan kekinian, Rumah Makan Bale Balong memilih tetap setia merawat cita rasa tradisional Sunda.
Memasuki usia empat tahun, rumah makan di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, ini berupaya menjaga kuliner warisan leluhur agar tak sekadar menjadi cerita masa lalu.
Perayaan ulang tahun keempat yang berlangsung Kamis (22/10/2026) digelar dalam suasana hangat dan sederhana.
Baca Juga:Stok Darah RSUD dr. Soekardjo Terbantu, Ratusan Prajurit Macan Putih Turun TanganRetribusi Kios Pasar Kota Tasikmalaya Bakal Naik 25 Persen, Pedagang Minta Tunggakan Dihapus
Namun, di balik perayaan tersebut, tersimpan misi yang lebih besar, yakni mempertahankan eksistensi kuliner lokal di tengah perubahan selera konsumen.
Sejumlah menu khas Sunda tetap menjadi andalan Bale Balong. Mulai dari pindang ikan nilem, pepes ikan lubang, karedok, hingga ikan bakar, sajian tersebut mengandalkan bahan pangan lokal dan racikan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner daerah.
Atie Rachmiatie, perwakilan pemilik Rumah Makan Bale Balong, Kinan Kasogi, mengatakan, beberapa menu memiliki keunikan tersendiri karena menggunakan bahan baku yang tidak selalu mudah ditemukan.
Salah satunya ikan lubang yang biasanya diperoleh dari hasil tangkapan pemancing di sungai, habitat alami ikan tersebut.
Menurut dia, mempertahankan kuliner tradisional bukan sekadar menjaga menu tetap tersedia.
Lebih dari itu, upaya tersebut juga menjadi bagian dari pelestarian budaya, termasuk pengetahuan tentang bahan pangan lokal dan teknik pengolahan yang diwariskan antargenerasi.
“Kalau punah itu, ya berarti kan apa sih, hilang juga budaya kita. Kalau udah nggak ada lagi yang bisa masak makanan itu, kan bahaya juga,” ujarnya.
Baca Juga:Ironis, Warga Belakang Bale Kota Tasikmalaya Kesulitan Air BersihKota Tasikmalaya Gaungkan Santri Melek Teknologi dan Inovasi
Atie menilai, perubahan tren konsumsi menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha kuliner tradisional.
Masyarakat kini memiliki semakin banyak pilihan, mulai dari makanan kekinian hingga hidangan yang dipengaruhi budaya kuliner mancanegara.
Di tengah persaingan tersebut, makanan tradisional perlu terus diperkenalkan dengan cara yang relevan agar tetap menarik bagi konsumen, terutama generasi muda.
Sebab, mempertahankan resep lama saja tidak cukup jika tidak dibarengi upaya mengenalkan dan membangun kebiasaan mengonsumsi kuliner lokal.
Bale Balong berupaya mengambil peran melalui sajian yang dapat dinikmati berbagai kalangan, termasuk keluarga.
