TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Penguatan industri halal tak cukup berhenti pada label dan sertifikat.
Peluang pasar, kualitas layanan, hingga kemandirian pelaku usaha menjadi bagian penting agar ekonomi syariah mampu menghasilkan nilai tambah.
Salah satu langkahnya hadir di Kota Banjar melalui Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) yang menjadi zona KHAS pertama di Indonesia pada kawasan terminal tipe A.
Baca Juga:Bukan Sekadar Viral, Pemuda Tasikmalaya Harus Jadi Agen PerubahanLaptop Kreator Makin Perkasa! ASUS ProArt P14 dan P16 dengan Nvidia RTX Spark Resmi Hadir
Program ini dikembangkan untuk memperkuat ekosistem industri halal di Priangan Timur dengan melibatkan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya, pemerintah daerah, serta sejumlah mitra strategis.
Kehadirannya membuka peluang bagi pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan standar produk sekaligus memperluas kepercayaan konsumen.
Tak hanya di terminal, pengembangan Zona KHAS juga dilakukan di Rest Area Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis. Kawasan ini menjadi zona KHAS pertama di Indonesia yang berada di rest area non-tol.
Dua lokasi tersebut memperlihatkan bahwa penguatan industri halal dapat masuk ke ruang-ruang ekonomi yang dekat dengan mobilitas masyarakat.
Terminal dan rest area bukan sekadar tempat singgah, tetapi juga berpotensi menjadi simpul perdagangan, kuliner, dan pariwisata.
Pengembangan zona tersebut diarahkan untuk meningkatkan standar produk dan layanan kuliner.
Dengan standar yang lebih baik, pelaku usaha diharapkan mampu membangun kepercayaan konsumen sekaligus menangkap peluang pasar yang lebih luas.
Baca Juga:Mahasiswa Filipina Bakal Magang di Kota Tasikmalaya, Peluang Ekspor UMKM TerbukaMahasiswa Bisnis Pariwisata UMB Siap Hadapi Pasar Global, Perkuat Narasi dan Literasi Digital
Upaya itu turut diperkuat melalui fasilitasi sertifikasi halal bagi sekitar 55 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Priangan Timur.
BI Tasikmalaya bersama pemerintah daerah dan mitra strategis mendorong pelaku usaha memenuhi standar halal untuk produk yang dipasarkan.
Sertifikasi menjadi salah satu modal penting bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing.
Namun, nilai tambahnya akan semakin terasa ketika kepatuhan terhadap standar halal berjalan beriringan dengan kualitas produk, konsistensi pelayanan, dan kemampuan pemasaran.
Penguatan ekonomi syariah juga menyasar lingkungan pesantren. Sebanyak 14 pesantren mitra BI Tasikmalaya lolos kurasi program Air Berkah Indonesia. Dari jumlah tersebut, empat pesantren masuk program prioritas 2026.
Salah satu pesantren yang mencatatkan capaian ialah Pondok Pesantren Ihya As-Sunnah. Pesantren ini meraih ISEF Award 2026 sebagai Pesantren Unggulan Air Berkah Indonesia kategori Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Botol.
