Madinah Kecil di Kota Santri! Tahun 1888 Masjid Agung Kota Tasikmalaya Berdiri, Baru 2002 Kurma Menghiasi

Madinah kota santri
Ilustrasi AI/ChatGPT
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Ada yang menarik dari pohon kurma di Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Pohonnya tampak seperti membawa suasana Madinah ke Kota Santri. Orang bisa berfoto di bawahnya. Sejenak merasa sedang berada di Tanah Suci.

Tapi jangan buru-buru membayangkan pohon itu sudah ada sejak masjid tersebut berdiri pada 1888.

Kurma itu datang belakangan. Jauh belakangan. Masjid Agung Kota Tasikmalaya dibangun pada 1886–1888. Pada masa awal, bentuknya masih sederhana. Arsitekturnya menyerupai Masjid Agung Demak: bangunan kayu dengan atap bertumpang.

Baca Juga:Sehat Jasmani, Rohani dan Ekonomi di HUT Kota TasikmalayaUrusan Aset Perlu Dituntaskan, Dibahas Ikatan Purna Anggota DPRD Kota Tasikmalaya

Belum ada empat menara menjulang. Belum ada kubah kuning emas. Apalagi taman dengan pohon kurma yang sekarang menjadi salah satu daya tariknya.

Kalau pohon kurma itu bisa bercerita, mungkin ia akan mengaku: saya tidak ikut menyaksikan kelahiran masjid ini.

Saya datang ketika masjid sudah berganti wajah. Masjid Agung mengalami beberapa kali renovasi. Tercatat pada 1923, 1973, 1982, dan renovasi besar pada 2000–2002, ketika Tasikmalaya dipimpin Bupati H. Suryana WH.

Renovasi terakhir itulah yang mengubah penampilan masjid secara signifikan. Biayanya disebut mencapai Rp 7,9 miliar. Peresmiannya dilakukan Wakil Presiden Hamzah Haz.

Wajah lama berganti rupa. Sentuhan Timur Tengah dipadukan dengan karakter lokal Sunda. Empat menara setinggi 33 meter berdiri, kubah berwarna kuning emas menghiasi bangunan, dan pelataran ditata menjadi taman yang lebih asri.

Di taman itulah sepuluh pohon kurma ditanam. Maka, kalau ada yang menghubungkan kurma dengan sejarah awal Masjid Agung, kronologinya perlu diluruskan. Masjidnya memang berusia lebih dari satu abad. Pohon kurmanya merupakan bagian dari penataan modern.

Masjidnya warisan sejarah. Kurmanya hasil pembaruan. Mengapa harus kurma Jawabannya bisa dibaca dari suasana yang ingin dibangun. Tasikmalaya dikenal sebagai Kota Santri. Kurma menghadirkan asosiasi yang kuat dengan kehidupan umat Islam di Timur Tengah, terutama Makkah dan Madinah.

Baca Juga:GPI Soroti Tambang di Mangkubumi Kota TasikmalayaSolar untuk Sampah,  Angkanya Bikin Gerah!

Kurma juga disebut dalam Al-Qur’an. Buahnya dikenal sebagai sumber pangan, sementara pohonnya mampu bertahan di lingkungan yang panas dan kering.

Ada simbol keberkahan di sana. Ada pula identitas keislaman yang ingin ditampilkan. Tetapi pohon kurma bukan sekadar urusan simbol.

0 Komentar