Melalui kegiatan ini, Uzaz berharap guru dapat menjaga kekompakan dan menghindari kebiasaan saling menyalahkan dalam menjalankan tugas. Kepedulian terhadap sekolah dan sesama rekan kerja diharapkan tumbuh sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan sesuai kebutuhan sekolah. Penguatan karakter, kata dia, perlu dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai yang diperoleh selama workshop tercermin dalam keseharian guru, baik saat mengajar maupun ketika bekerja sama dengan rekan sejawat.
Sementara itu, Dadang Bastaman mengajak para guru untuk meninjau kembali cara mereka menjalankan peran sebagai pendidik dalam keseharian di sekolah. Refleksi tersebut menjadi bagian dari penguatan karakter agar guru tidak hanya menjalankan rutinitas pekerjaan, tetapi juga memahami makna di balik tanggung jawab yang diemban.
Baca Juga:148 Lulusan UBK Tasikmalaya Diwisuda, Siap Mengabdi di Dunia KesehatanWKP Geothermal Galunggung Ditetapkan Sejak 2014, Target Investasi Rp4,4 Triliun
“Bagaimana caranya guru itu dalam melakukan sesuatu harus ada dampak yang positif. Untuk siapa? Untuk gurunya sendiri, lingkungan sekolah, maupun yang terutama untuk anak didiknya,” ujar Dadang. (Fitriah Widayanti)
