TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 148 mahasiswa Universitas Bhakti Kencana (UBK) PSDKU Tasikmalaya akan mengikuti prosesi wisuda tahun akademik genap 2025/2026 di Ballroom Hotel Santika Tasikmalaya, besok, Rabu (14/10/2026). Para lulusan tersebut berasal dari tiga program studi di bidang kesehatan.
Dari total wisudawan, sebanyak 73 orang merupakan lulusan Program Studi S1 Keperawatan, 69 orang dari Program Profesi Ners, dan enam orang dari Program Studi D3 Kebidanan. Selain prosesi wisuda, kegiatan ini juga mencakup pelantikan serta pengambilan sumpah bagi lulusan D3 Kebidanan dan Profesi Ners.
Ketua Pelaksana Wisuda, Ners Pipit Sri Mulyati, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa pengambilan sumpah menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan untuk menjalankan profesinya secara bertanggung jawab.
Baca Juga:WKP Geothermal Galunggung Ditetapkan Sejak 2014, Target Investasi Rp4,4 TriliunMinat Riset tentang LPS Meningkat, 700 Peserta Ikuti Kompetisi
Sementara itu, sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga dijadwalkan menghadiri kegiatan wisuda tersebut. Di antaranya Ketua Yayasan Adhi Guna Kencana, H. Mulyana, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, serta Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi. Perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Rangkaian kegiatan wisuda turut diisi dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara UBK dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Kerja sama tersebut berkaitan dengan pelaksanaan program Hibah Kosabangsa yang berfokus pada pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Program ini berangkat dari penelitian dosen UBK, Bidan Maria Ulfah Jamil, S.ST., M.Tr.Keb., yang berhasil memperoleh hibah Kosabangsa melalui proposal berjudul “Kampung CocoNut-RI: Hilirisasi Kelapa Lokal sebagai Pangan Bergizi Keluarga dan Penggerak Ekonomi Desa Rawan Stunting”.
Program yang dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya tersebut mengangkat pemanfaatan kelapa lokal sebagai sumber pangan bergizi sekaligus peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi pertanian lokal, meningkatkan kualitas gizi keluarga, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Penandatanganan MoU tersebut melibatkan Wakil Bupati Tasikmalaya yang juga menjabat sebagai Ketua Hilirisasi Kelapa Kabupaten Tasikmalaya.
