Santri Zaman Now Tak Cukup Jago Ngaji, Harus Juga Melek Teknologi

hari santri nasional 2026
gambar ilustrasi: AI
0 Komentar

Ia mengatakan program pesantren hijau dan bebas sampah ini menjadi salah satu program utama Cintawana tahun ini. Meski pelaksanaannya belum sempurna, pesantren terus mendorong santri mengelola sampah agar dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang yang berguna dan memiliki nilai ekonomi.

“Pengelolaan sampah, bukan hanya mendapatkan uang tetapi kemanfaatan bagi yang lain,” ujarnya, menambahkan.

Selain kepedulian lingkungan, Cintawana mendorong santri memiliki kemampuan berwirausaha atau entrepreneurship. Penguatan karakter juga menjadi perhatian, terutama dalam membentuk akhlak dan kesantunan serta mencegah perundungan atau bullying di lingkungan pesantren.

Baca Juga:148 Lulusan UBK Tasikmalaya Diwisuda, Siap Mengabdi di Dunia KesehatanWKP Geothermal Galunggung Ditetapkan Sejak 2014, Target Investasi Rp4,4 Triliun

“Jadi itu platform kami di pesantren, jika ada santri yang menjadi korban bullying atau kasus lainnya kami yayasan bekerjasama dengan LBH yang kredibel, untuk melakukan pendampingan dan penyelesaian secara hukum,” jelas dia.

Irvan menilai, ajaran agama telah memberikan pedoman yang jelas agar umat tidak saling menghina dan menghasut. Karena itu, santri dibekali pemahaman agama untuk membangun sikap saling menghormati.

“Semua sama dihadapan Allah, yang paling mulia yang bertaqwa. Semua punya hak dan kewajiban yang sama. Melalui ilmu agama santri diajarkan jangan menghina dan menghasut dengan mempelajari hadis Al-Quran dan fiqih,” paparnya.

Menurut dia, perilaku menghina dalam konteks saat ini juga dapat berkembang menjadi perundungan. Karena itu, pemahaman terhadap Al-Qur’an dan hadis perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berinteraksi di lingkungan pesantren.

Di sisi lain, Cintawana membekali santri dengan keterampilan digital dan teknologi. Pesantren memiliki SMK dan kampus yang menjadi sarana pembelajaran sesuai kebutuhan zaman. Di sekolah, terdapat kelas khusus digital marketing. Sementara mahasiswa mendapat pembelajaran coding untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi.

“Agar mampu membuat aplikasi yang bermanfaat. Jadi di Cintawana sedang berjalan, agar santri melek digital dan teknologi, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi dan zaman,” jelas dia.

Melalui program tersebut, pesantren ingin menyiapkan santri yang tidak hanya memiliki pemahaman agama dan karakter yang kuat, tetapi juga keterampilan untuk mandiri secara ekonomi.

0 Komentar