Santri Zaman Now Tak Cukup Jago Ngaji, Harus Juga Melek Teknologi

hari santri nasional 2026
gambar ilustrasi: AI
0 Komentar

Pesantren Sukamanah sendiri berupaya menyiapkan santri menghadapi perkembangan zaman dengan tetap menempatkan pendidikan agama sebagai fondasi utama. Pembelajaran kitab kuning berjalan beriringan dengan pengenalan teknologi digital, termasuk komputer dan coding.

Atam menjelaskan, pesantren berupaya memberikan bekal agar santri tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi. Meski penggunaan telepon seluler dibatasi di lingkungan pesantren, pembatasan itu bukan berarti santri tidak mendapat kesempatan mempelajari teknologi.

“Walaupun sampai sekarang para santri tidak diperbolehkan membawa hape, karena ke madaratannya. Tetapi bukan berarti santri tidak melek teknologi, ada fasilitas komputer dan lainnya agar santri tetap belajar teknologi dan digital,” jelas dia.

Baca Juga:148 Lulusan UBK Tasikmalaya Diwisuda, Siap Mengabdi di Dunia KesehatanWKP Geothermal Galunggung Ditetapkan Sejak 2014, Target Investasi Rp4,4 Triliun

Untuk menjaga komunikasi dengan keluarga, santri tetap diperbolehkan menggunakan handphone ketika hendak menghubungi orang tua atau sanak keluarga. Fasilitas tersebut disediakan melalui dewan santri dan rais.

Selain mendorong penguasaan ilmu agama dan teknologi, Pesantren Sukamanah juga menaruh perhatian pada perlindungan hak-hak santri. Atam mengatakan, pesantren terus berupaya menjadi lingkungan yang ramah bagi anak untuk belajar dan berkembang.

Menurut dia, konsep ramah anak tidak berarti menghilangkan kedisiplinan dalam pendidikan pesantren. Perlindungan tetap harus diberikan agar santri dapat memperoleh hak pendidikan, keselamatan pribadi, serta perlindungan sesuai aturan yang berlaku di lingkungan pesantren.

“Ramah anak bukan berarti menina bobokan santri, tetapi melindungi hak-hak santri baik pendidikan, keselamatan pribadinya, juga hak-hak anak untuk dilindungi dengan aturan yang ada di pesantren,” kata Atam.

Atam berharap, melalui momentum Hari Santri dan semangat menuju Indonesia Emas 2045, santri Sukamanah mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Penguasaan ilmu agama, akhlak yang baik, serta kemampuan mengikuti perkembangan teknologi menjadi bekal untuk menghadapi tantangan masa depan.

PESANTREN CINTAWANA

Tidak seperti pesantren lainnya, Pondok Pesantren Cintawana di Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, mengusung tema “Green Pesantren, Zero Waste” Santri Beraksi Untuk Pesantren Bersih, Sehat dan Berkelanjutan.

“Kita ingin mendidik santri cinta terhadap lingkungan, menjadikan pesantren hijau, bersih dan sehat secara berkelanjutan,” ungkap Ketua Yayasan Pondok Pesantren Cintawana, Ustaz Irvan Hilmi.

0 Komentar