TASIK, RADSIK – Teknologi bukan sekadar layar dan sinyal. Di tangan generasi muda, teknologi bisa menjadi jembatan persahabatan, ruang belajar, sekaligus jalan menumbuhkan perdamaian.
Semangat itulah yang mewarnai Jamboree on the Air–Jamboree on the Internet (JOTA-JOTI) 2026 yang diikuti 618 anggota Gerakan Pramuka Kota Tasikmalaya.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 16–18 Oktober 2026, tersebut dipusatkan di SMKN 3 Tasikmalaya, Kecamatan Tamansari.
Baca Juga:Mapay Lembur Jilid II: Tangis Emak Jompo dan Doa untuk Presiden Prabowo!Kemiskinan Kota Tasikmalaya Turun ke 9,34 Persen, Viman: Berkat Kerja Kompak Bersama Seluruh Pihak
Melalui komunikasi radio amatir dan jaringan internet, para peserta diajak memperluas wawasan serta membangun jejaring persahabatan dengan sesama Pramuka dari berbagai wilayah hingga mancanegara.
Kegiatan yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tasikmalaya itu bekerja sama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Tasikmalaya.
Mengusung tema internasional Connecting Scouts for a Better World! dengan semangat A Peaceful and Inclusive World, JOTA-JOTI menjadi ruang bagi kaum muda untuk belajar membangun dunia yang damai, terbuka, dan inklusif.
Pembukaan kegiatan dilakukan Wakil Ketua Bidang Humas dan Informatika Kwarcab Kota Tasikmalaya, Eri Kustiaman.
Dalam amanatnya, dia mengingatkan peserta agar bijak memanfaatkan teknologi, baik melalui komunikasi radio amatir maupun internet.
Menurut Eri, teknologi harus digunakan secara positif dan bertanggung jawab. Bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga memperluas pertemanan dan mempererat persaudaraan lintas negara.
“JOTA-JOTI juga diharapkan menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk menumbuhkan sikap toleransi, saling menghormati, dan kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” paparnya.
Baca Juga:Listriknya Terang, PAD-nya Remang-RemangJangan Biarkan Kebaikan Terpecah! Zikir Bersama Jadi Ikhtiar Satukan Pedagang Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya
Dari total 618 peserta, sebanyak 264 orang merupakan Pramuka putra dan 354 lainnya Pramuka putri.
Mereka mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan keterampilan komunikasi radio, pemanfaatan internet, serta pembelajaran mengenai persaudaraan dan perdamaian dunia.
Melalui kegiatan ini, anggota Pramuka mendapat kesempatan untuk terhubung dengan sesama Pramuka dari berbagai daerah dan negara.
Pengalaman tersebut tidak hanya mengasah keterampilan digital, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kepramukaan.
Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan menggunakan teknologi memang perlu dibarengi tanggung jawab.
