Seperempat Abad Kota Tasikmalaya, Kemiskinan Jadi Ujian Pembangunan

Becak listrik hut kota
Penyerahan becak listrik usai upacara peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya di Lapangan Bale Kota Tasikmalaya, Sabtu (17/10/2026). Ujang Nandar / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIK, RADARTASIK.ID – Seperempat abad Kota Tasikmalaya bukan sekadar hitungan usia.

Di tengah sederet capaian pembangunan dan penghargaan, pekerjaan rumah tetap menanti: memastikan pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, dan berbagai program pemerintah benar-benar terasa hingga ke kehidupan masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya di Lapangan Bale Kota Tasikmalaya, Sabtu (17/10/2026).

Baca Juga:Kemiskinan Kota Tasikmalaya Turun ke 9,34 Persen, Viman: Berkat Kerja Kompak Bersama Seluruh PihakListriknya Terang, PAD-nya Remang-Remang

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir pula Wakil Jaksa Agung RI Prof. Dr. Asep Nana Mulyana serta sejumlah pejabat lainnya.

Dalam amanatnya, Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya menjadikan momentum seperempat abad Kota Tasikmalaya sebagai pijakan untuk memperkuat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan daerah harus selaras dengan Asta Cita, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membangun daerah, dan mempercepat pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah daerah perlu memastikan setiap program pembangunan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebab, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya program yang berjalan, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan warga.

Kementerian Dalam Negeri, lanjutnya, akan terus menjalankan fungsi pembinaan dan fasilitasi agar penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyebut usia 25 tahun sebagai kesempatan untuk mensyukuri kemajuan sekaligus mengevaluasi pekerjaan pembangunan yang belum tuntas.

Baca Juga:Jangan Biarkan Kebaikan Terpecah! Zikir Bersama Jadi Ikhtiar Satukan Pedagang Pasar Cikurubuk Kota TasikmalayaAMI: Kritisnya Kapan-Kapan!

“Usia 25 tahun ini menjadi momentum untuk mensyukuri berbagai kemajuan sekaligus mengevaluasi pekerjaan yang masih harus diselesaikan,” ujarnya.

Viman juga menyampaikan apresiasi kepada para pendiri kota, kepala daerah terdahulu, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen yang telah berkontribusi dalam perjalanan pembangunan Kota Tasikmalaya.

Mengusung tema Langkah Santun, Jiwa Tangguh, peringatan tahun ini diharapkan memperkuat kebersamaan dan kolaborasi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Tema tersebut, kata Viman, menggambarkan cita-cita menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai kota yang nyaman untuk ditinggali, tulus dalam pelayanan, unggul dalam berkarya, serta tangguh menghadapi tantangan.

Dari sisi indikator pembangunan, angka kemiskinan Kota Tasikmalaya pada 2026 tercatat sebesar 9,34 persen, turun dari 10,84 persen pada 2025. Artinya, terjadi penurunan 1,5 poin persentase.

0 Komentar