“Event ini bukan sekadar pameran dagang biasa, melainkan rumah konvergensi. Kami ingin membuktikan bahwa ekosistem ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya itu sangat hidup, solid, dan siap naik kelas ke tingkat nasional hingga global,” tutur Deden.
Beragam produk dan karya ditampilkan, mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen batik, animasi, gim, hingga teknologi digital.
Ragam karya tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi kreatif Tasikmalaya tidak hanya bertumpu pada produk tradisional, tetapi juga terbuka terhadap perkembangan teknologi.
Baca Juga:Kemiskinan Kota Tasikmalaya Turun ke 9,34 Persen, Viman: Berkat Kerja Kompak Bersama Seluruh PihakListriknya Terang, PAD-nya Remang-Remang
Salah satu inovasi yang menarik perhatian pengunjung adalah Cermin Geulis, teknologi Virtual Fitting Room berbasis AI karya startup lokal AstaCode.
Teknologi ini memungkinkan pengunjung mencoba berbagai busana bermotif Batik Harco secara virtual tanpa harus berganti pakaian secara langsung.
Perpaduan batik dan AI tersebut menjadi gambaran bagaimana warisan budaya dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih modern dan dekat dengan generasi digital.
Selain itu, pengunjung dapat mengikuti edukasi pemanfaatan asisten AI, menyaksikan demonstrasi pencetakan menggunakan mesin 3D dari BLUD SMKN 2 Tasikmalaya, hingga mencoba gim karya pengembang lokal.
Pameran juga menghadirkan karya animasi, arsitektur hijau, dan kendaraan modifikasi. Sementara itu, instalasi Payung Geulis raksasa berdiameter 2,5 meter menjadi salah satu penanda kuat identitas budaya khas Tasikmalaya.
Kehadiran berbagai karya tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian tradisi tidak harus berjalan berlawanan dengan modernisasi. Justru, teknologi dapat menjadi jalan baru untuk memperkenalkan budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas.
PEKRAF 2026 juga menghadirkan layanan Pos Cek Kesehatan Gratis (CKG). Fasilitas ini menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor agar masyarakat tidak hanya menikmati pameran, tetapi juga memperoleh akses pelayanan kesehatan.
Baca Juga:Jangan Biarkan Kebaikan Terpecah! Zikir Bersama Jadi Ikhtiar Satukan Pedagang Pasar Cikurubuk Kota TasikmalayaAMI: Kritisnya Kapan-Kapan!
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. H. Asep Hendra Hendriana, mengatakan layanan tersebut disiapkan untuk mendekatkan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat di tengah aktivitas publik.
“Kehadiran Pos Cek Kesehatan Gratis di arena PEKRAF 2026 merupakan bukti kolaborasi lintas sektor yang humanis. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya terinspirasi oleh karya kreatif anak muda, tetapi juga mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis,” ungkap Asep.
