Wali Kota Umumkan Orang Miskin di Kota Tasikmalaya Turun!

Kemiskinan kota tasikmalaya
Ilustrasi AI/Chat GpT
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada kabar baik dari Kota Tasikmalaya. Angka kemiskinan turun. Dari 10,84 persen menjadi 9,34 persen.

Turun 1,5 poin persentase. Kalau dibulatkan dalam bahasa politik, ini bisa disebut prestasi. Kalau dibaca dengan bahasa statistik, ini perlu diperiksa lebih teliti.

Kalau dibaca oleh warga miskin, mungkin pertanyaan pertamanya lebih sederhana: kalau angka kemiskinan turun, apakah isi dompet saya ikut naik?

Baca Juga:Bantuan Becak Listrik Datang Lagi 250 Unit, Sarana Pengisian Baterai Masih Dirancang Pemkot TasikmalayaAsep MP Hadir, Suaranya Absen!

Itulah bedanya membaca angka dan merasakan kenyataan. Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyebut penurunan itu sebagai hasil kerja keras bersama.

Pemerintah bekerja. Masyarakat ikut berperan. Semua bergerak dalam satu barisan. Kalimatnya bagus. Memang begitulah seharusnya pemerintah bekerja.

Tidak mungkin wali kota sendirian mengangkat warga dari kemiskinan. Kecuali kemiskinan itu berupa karung beras yang bisa dipanggul seorang diri.

Tetapi, ada satu hal yang menarik.Ketika angka kemiskinan turun, siapa yang paling dahulu merasakannya? Apakah pedagang kecil yang dagangannya mulai laku? Buruh harian yang kini lebih mudah mendapatkan pekerjaan? Keluarga yang semula bingung membayar uang sekolah, lalu mulai bisa bernapas lega?Atau angka itu lebih dahulu naik ke podium, berfoto, kemudian diumumkan kepada publik?

Jangan salah. Angka kemiskinan bukan sesuatu yang bisa diremehkan. Penurunannya patut disyukuri. Apalagi jika benar-benar mencerminkan perbaikan kehidupan masyarakat.

Namun, angka statistik juga punya cara kerja sendiri. Ia punya metode pengukuran, periode pencatatan, dan batas tertentu untuk menentukan siapa yang masuk kategori miskin.

Karena itu, penurunan dari 10,84 persen menjadi 9,34 persen perlu dibaca bersama data pendukungnya.

Baca Juga:Lapak Parkir Dadaha Perlu Dipelototi Minimal Sebulan, Untuk Menentukan Potensi dan Target PendapatanPengangkatan Dewas RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Bisa Batal Demi Hukum, Pemkot Disarankan Rekrutmen Ulang

Berapa jumlah penduduk miskin yang berkurang? Berapa keluarga yang pendapatannya meningkat? Berapa orang yang memperoleh pekerjaan baru?Jangan sampai angka sudah berlari, tetapi kesejahteraan warga masih berjalan kaki.

Viman sendiri menyebut tujuh program prioritas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Namanya menarik.

Ada Tasik Resik. Tasik Nyaman. Tasik Melayani. Tasik Religius. Tasik Gemas. Tasik Pelak. Dan Tasik Pintar.

Kota dibuat bersih. Lingkungan dibuat nyaman. Pelayanan diperbaiki. Kehidupan keagamaan diperkuat. Masyarakat diajak hidup sehat. Ekonomi lokal didorong. Pendidikan diperhatikan.

0 Komentar