TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID—Bantuan Presiden RI becak listrik tahap ke-2 untuk Kota Tasikmalaya sudah mulai didistribusikan. Namun sampai saat ini, persoalan sarana khusus pengisian baterai untuk kendaraan ini masih belum disediakan pemerintah.
Di tahap ke-2 ini, Kota Tasikmalaya mendapatkan jatah sebanyak 250 unit. Distribusinya sudah berjalan sejak Selasa 13 Oktober dan ditempatkan di area Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya.
Seperti diketahui, salah satu kendala penggunaannya yakni belum adanya stasiun atau tempat khusus pengisian baterai becak listrik. Meski demikian, Pemkot Tasikmalaya sudah memetakan dan merancang pembuatan fasilitas tersebut.
Baca Juga:Asep MP Hadir, Suaranya Absen!Lapak Parkir Dadaha Perlu Dipelototi Minimal Sebulan, Untuk Menentukan Potensi dan Target Pendapatan
Plt Sekretaris Dishub Kota Tasikmalaya Gumilar mengatakan pemerintah sudah memahami persoalan tersebut. Pihaknya oun sudah berkoordinasi dengan PLN untuk merancang pembuatan sarana pengisian baterai becak listrik. “Sudah dua kali kita pertemuan dengan PLN membahas ini,” tuturnya.
Rencananya, pemkot akan menyediakan tempat pengisian baterai di 5 titik strategis bagi pengguna becak listrik. Yakni di Taman Kota, Pasar Wetan, Pasar Pancasila, Dadaha dan Pasar Cikurubuk. “Penentuan titik sudah dilakukan, ada 5 lokasi,” tuturnya.
Berdasarkan perhitungan dengan PLN, kebutuhan tenaga listrik untuk pengisian baterai becak listrik tidak terlalu besar. Durasi pengisian sampai penuh kurang lebih sekitar 4 jam. “Sekali ngisi sampai penuh itu kurang lebih Rp 1.000,” katanya.
Dalam hal ini, kata Gumilar, Pemkot Tasikmalaya akan menyediakan sarana ini secara gratis. Supaya tidak membebani para pengguna yang sudah menerima bantuan becak listrik. “Kebijakan dari pak wali kota, ini harus jadi fasilitas pengisian baterai gratis untuk pengguna becak listrik,” ujarnya.
Namun sebelum itu direalisasikan, berbagai urusan teknis masih perlu dibahas dengan melibatkan berbagai dinas. Supaya penggunaan sarana pengisian baterai tersebut aman dan nyaman digunakan. “Lebih ke hal teknis, seperti jalur suplai listrik, keamanan penggunaan dan lain-lain,” ucapnya.
Pihaknya belum bisa menjanjikan kapan hal tersebut bisa terealisasi, namun diharapkan sesegera mungkin. Sehingga pengguna becak listrik bisa lebih mudah dalam melaksanakan aktivitas usahanya. “Ya mudah-mudahan secepatnya,” katanya.(Rangga Jatnika)
