Situ Gede dan Cibeureum Dibidik Jadi Wisata Olahraga, Anggarannya Masih Abu-Abu

Terbentur Anggaran untuk Disulap
Warga sedang bersantai menikmati Situ Gede saat kondisi airnya menyusut dan kering, belum lama ini. Ujang Nandar / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Selain menjadi tempat rekreasi, kawasan itu bisa dimanfaatkan untuk aktivitas olahraga dan kegiatan masyarakat.

Meski begitu, rencana penambahan fasilitas masih harus disesuaikan dengan kondisi aset, kewenangan pengelolaan, serta kemampuan pembiayaan.

Artinya, gagasan pengembangan belum otomatis berujung pada pembangunan dalam waktu dekat.

Baca Juga:Listriknya Terang, PAD-nya Remang-RemangJangan Biarkan Kebaikan Terpecah! Zikir Bersama Jadi Ikhtiar Satukan Pedagang Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya

Untuk Situ Gede, Deddy menyebut pihaknya telah menerima informasi mengenai rencana penanganan atau perbaikan pada 2027 dari pihak pengelola sumber daya air Provinsi Jawa Barat.

“Alhamdulillah, berdasarkan laporan dari pihak PSDA provinsi, Situ Gede direncanakan ada perbaikan pada 2027,” bebernya.

Rencana tersebut diharapkan menjadi salah satu penopang penataan kawasan Situ Gede.

Sementara itu, Situ Cibeureum juga masuk dalam perhatian Disporabudpar untuk dikembangkan sesuai potensi dan kondisi di lapangan.

“Situ Cibeureum juga kita dorong agar bisa dikembangkan. Tentunya perlu melihat kondisi aset, kewenangan, dan fasilitas yang memungkinkan untuk ditambahkan,” tambahnya.

Di balik rencana pengembangan itu, persoalan anggaran masih menjadi tantangan.

Deddy mengakui, pembangunan kawasan wisata harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan skala prioritas.

“Sebetulnya tantangan utamanya lebih kepada anggaran. Kalau ingin mengembangkan kawasan wisata, tentu harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Baca Juga:AMI: Kritisnya Kapan-Kapan!Ketidakharmonisan Viman-Diky Jadi Sorotan, ASN Terancam Terjebak Kubu-Kubuan

Karena itu, Pemkot Tasikmalaya membuka peluang dukungan dari pihak lain, termasuk sponsor.

Skema tersebut diharapkan bisa membantu penambahan fasilitas tanpa sepenuhnya membebani anggaran pemerintah daerah.

“Ke depan, selain dari anggaran Pemkot, kita juga akan berupaya meyakinkan pihak sponsor agar bisa ikut mendukung pengembangan destinasi wisata,” tukas Deddy.

Selain pembiayaan, akses menuju kawasan juga perlu mendapat perhatian. Menurut Deddy, potensi wisata tidak akan optimal jika kemudahan menuju lokasi dan fasilitas pendukung belum memadai.

“Dari sisi akses juga harus diperbaiki. Jangan sampai kawasan wisatanya memiliki potensi, tetapi akses dan fasilitas pendukungnya belum memadai,” ungkapnya.

Dengan demikian, pengembangan Situ Gede dan Situ Cibeureum tidak cukup berhenti pada rencana membangun lintasan lari atau menambah fasilitas kuliner.

Pembenahan akses, kepastian kewenangan, dan dukungan pembiayaan menjadi bagian penting agar rencana tersebut benar-benar bisa diwujudkan.

0 Komentar