Penglihatan Mulai Menurun? Dokter Mata RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

Gejala awal penurunan penglihatan yang perlu diwaspadai
Dokter mata RSUD Pandega Pangandaran ingatkan gejala penurunan penglihatan. Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Mata sering kali baru mendapat perhatian ketika penglihatan mulai terganggu.

Padahal, perubahan kecil pada kemampuan melihat bisa menjadi sinyal awal gangguan kesehatan mata yang perlu segera diperiksa.

Dokter Spesialis Mata RSUD Pandega Pangandaran, dr. Mia Rachmawati Novitasari, mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan perubahan penglihatan. Pemeriksaan berkala dan pengenalan gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mata.

Baca Juga:Jangan Biarkan Kebaikan Terpecah! Zikir Bersama Jadi Ikhtiar Satukan Pedagang Pasar Cikurubuk Kota TasikmalayaAMI: Kritisnya Kapan-Kapan!

Sejumlah gejala yang patut diwaspadai di antaranya penglihatan kabur atau semakin menurun, kesulitan melihat pada malam hari, sering menyipitkan mata, hingga mata terasa kering dan tidak nyaman. Rasa sakit maupun kemerahan pada mata juga tidak boleh diabaikan.

Keluhan lain yang perlu mendapat perhatian adalah sakit kepala saat membaca, munculnya kilatan cahaya, serta bayangan melayang atau floaters yang muncul secara tiba-tiba.

“Penurunan penglihatan yang terjadi mendadak membutuhkan pertolongan medis segera. Karena itu, masyarakat disarankan tidak mengabaikan perubahan pada penglihatan, terutama jika keluhan muncul secara tiba-tiba atau semakin memburuk,” katanya belum lama ini.

Menurut Mia, pemeriksaan mata tidak seharusnya hanya dilakukan ketika gangguan sudah terasa mengganggu aktivitas. Deteksi dini diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan mata sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kebutuhan.

Perhatian terhadap kesehatan mata juga penting bagi masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes dan hipertensi. Kedua kondisi tersebut perlu dikendalikan, sekaligus diikuti dengan pemantauan kesehatan penglihatan secara berkala.

Selain rutin memeriksakan mata, masyarakat dianjurkan menggunakan alat bantu penglihatan yang sesuai dengan kebutuhan. Perlindungan mata saat bekerja maupun menjalani aktivitas sehari-hari juga menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi penglihatan.

“Selain pemeriksaan, penggunaan alat bantu penglihatan yang sesuai serta perlindungan mata ketika bekerja atau beraktivitas juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mata,” ujarnya.

Baca Juga:Ketidakharmonisan Viman-Diky Jadi Sorotan, ASN Terancam Terjebak Kubu-KubuanDinasti Literasi Komunitas Cermin Tasikmalaya, Wariskan Pengetahuan Bukan Kekuasaan

Dengan mengenali gejala sejak awal dan tidak menunda pemeriksaan, risiko gangguan penglihatan diharapkan dapat ditangani lebih cepat.

Sebab, menjaga kesehatan mata bukan perkara menunggu pandangan menjadi kabur, melainkan memastikan penglihatan tetap terjaga sebelum keluhan menghambat aktivitas sehari-hari. (deni nurdiansah)

0 Komentar