PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Lonjakan wisatawan di Pantai Barat Pangandaran, Minggu (11/10/2026), membawa berkah bagi pedagang lokal.
Namun, di tengah ramainya aktivitas liburan, pengawasan terhadap anak-anak menjadi pekerjaan rumah yang tak boleh diabaikan.
Balawista mencatat sekitar 10 kejadian anak terpisah dari orang tua atau pendampingnya selama akhir pekan.
Ribuan wisatawan memadati kawasan Pantai Barat Pangandaran sejak pagi.
Baca Juga:Dinasti Literasi Komunitas Cermin Tasikmalaya, Wariskan Pengetahuan Bukan KekuasaanKetika Petarung Tarung Derajat Naik Vespa di Kota Tasikmalaya: Kalem, Ramah dan Penuh Santun
Mereka datang bersama keluarga maupun rombongan untuk menikmati libur akhir pekan, mulai dari bermain pasir, berenang di tepi pantai, berswafoto, hingga menyusuri perairan menggunakan perahu wisata.
Cuaca cerah dan kondisi gelombang yang relatif bersahabat turut mendukung aktivitas wisata.
Keramaian tersebut juga menjadi peluang bagi pedagang lokal untuk meraup pendapatan dari meningkatnya jumlah pengunjung.
Namun, di balik semaraknya suasana pantai, potensi anak terpisah dari keluarga menjadi perhatian petugas keselamatan pantai.
Petugas Operator Pusat Informasi Balawista, Fadia, mengatakan lonjakan kunjungan sudah terasa sejak Sabtu (10/10/2026) hingga Minggu pagi. Kepadatan pengunjung terjadi pada pagi maupun sore hari.
“Kunjungan sangat padat, baik pada waktu sore maupun pagi hari,” ungkapnya.
Mengantisipasi kepadatan tersebut, Balawista menyiagakan personel pengawas di sejumlah titik strategis, mulai Pos 1 hingga Pos 5 di sepanjang Pantai Barat Pangandaran.
Baca Juga:Viman Jawab Emosi Diky yang Meledak soal Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya!Lumiland Dadaha Resmi Dibuka, Wali Kota Tasik Bidik Efek Ekonomi dan Puluhan Ribu Siswa Bisa Masuk Gratis
Pengawasan dilakukan untuk menjaga keselamatan wisatawan sekaligus mempertahankan catatan nihil kecelakaan laut atau zero accident.
Meski tidak ada insiden fatal yang dilaporkan dalam keterangan tersebut, Fadia menyebut anak yang terpisah dari orang tua atau pendamping menjadi kejadian yang paling sering ditemukan selama akhir pekan.
“Diperkirakan terdapat sekitar 10 kejadian anak terlepas dari pengawasan keluarga saat asyik bermain di area pesisir,” terangnya.
Kondisi ini menjadi pengingat bagi wisatawan bahwa menikmati liburan di tengah keramaian pantai tetap membutuhkan kewaspadaan.
Pengawasan petugas di lapangan tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran orang tua dalam menjaga anak-anak.
Karena itu, Balawista mengimbau wisatawan, terutama keluarga yang membawa anak kecil, agar tidak lengah saat beraktivitas di kawasan pesisir.
Orang tua diminta memastikan anak tetap berada dalam jangkauan pengawasan serta mematuhi arahan petugas.
