“Kalau sadar, ini tamparan keras untuk Pemkot, pengusaha mampu menghadirkan penerangan untuk hiburan, sementara pemkot tidak mampu menghadirkan penerangan yang sifatnya kebutuhan,” ujarnya kepada Radar, Minggu (11/10/2026).
Jangankan di wilayah pinggiran, kawasan pusat kota termasuk Dadaha saja di hari-hari biasa tergolong gelap ketika dilintasi malam hari. Belum lagi titik-titik lain seperti Jalan SL Tobing, Jalan Mangin, Jalan Lingkar Utara (Lingtar). “Ada yang memang PJU-nya rusak, ada yang memang pemasangannya kurang,” katanya.
Mengingat pemkot mendukung event tersebut sebagai ajang hiburan yang memberikan kebahagiaan, menurutnya menghadirkan jalanan yang terang akan lebih membahagiakan masyarakat. Pasalnya penerangan jalan merupakan pemenuhan kebutuhan dasar karena berkaitan dengan keamanan masyarakat. “Keamanan dalam hal ini bisa kerawanan kecelakaan, juga kerawanan kejahatan,” terangnya.
Baca Juga:SDN Galunggung Borong Trofi Juara 1 Kompetisi LPS Kota Tasikmalaya 2026BKMM Kota Tasikmalaya Berkomitmen Perkuat Dampak Masjid, Hadirkan Pengajian di Beranda Media Sosial Warga
Selama ini para pejabat selalu beralasan soal anggaran yang terbatas, itu selalu menjadi jawaban klasik yang menunjukan pemerintah tidak punya solusi. Padahal pemerintah semestinya punya kemampuan yang lebih dibanding pengusaha. “Kalau memang tidak mampu, mungkin lebih baik PJU dikelola swasta juga,” sindirnya.(Rangga Jatnika)
