Biar Paket Gak Cuma Sampai, Tapi Juga Suci: JNE Resmi Pegang Sertifikat Logistik Halal BPJPH

JNE Resmi Pegang Sertifikat Logistik Halal BPJPH
Presiden Direktur JNE M Feriadi Soeprapto bersama jajaran manajemen JNE foto bersama usai meraih sertifikat halal dari BPJPH. Istimewa
0 Komentar

JAKARTA, RADARTASIK.ID — Di tengah makin ketatnya persaingan bisnis kirim-memadat barang, JNE bikin gebrakan yang gak cuma sekadar gaya-gayaan adu cepat.

Menyambut ulang tahunnya yang ke-36 pada November mendatang, perusahaan ekspedisi raksasa ini resmi mengantongi sertifikat logistik halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Langkah ini seolah menegaskan bahwa urusan halal di Indonesia sekarang bukan cuma soal apa yang masuk ke mulut, tapi juga gimana cara barang itu “terbang” sampai ke depan pintu rumah konsumen.

Baca Juga:Ratusan Barista Kota Tasikmalaya Disertifikasi, Diuji Biar Kopi Enggak Cuma Modal GayaMiras Masih Beredar di Kota Tasikmalaya Lewat COD, Belasan Botol Diselipkan dalam Tas Ransel

Sertifikasi bernomor ID314110080091010826 ini diraih JNE usai melewati audit ketat dari LPPOM MUI. Peresmiannya digelar di Ballroom Kantor Pusat JNE, Tomang Raya, Jakarta Barat, dan dihadiri langsung oleh Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan (Babe Haikal) bersama Presiden Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto.

JNE membuktikan bahwa jargon “Connecting Happiness” bukan sekadar kata-kata manis di spanduk. Di era ekosistem halal yang makin gencar, menjamin paket makanan bebas dari “kontaminasi silang” selama di perjalanan adalah bentuk nyata mengantarkan ketenangan buat konsumen.

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, menegaskan bahwa penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) ini mencakup seluruh rantai pasok. Mulai dari penjemputan (pick-up), pengemasan, penyimpanan di gudang transit, hingga proses pengantaran kurir ke tangan penerima.

“Dengan diraihnya sertifikasi halal logistik ini, JNE memastikan seluruh proses operasional—terutama pemisahan ketat antara produk halal dan non-halal di setiap titik transit—berjalan sesuai standar halal yang ketat,” ujar Feriadi.

Artinya, para UMKM kuliner maupun pebisnis produk halal kini punya tempat “titip barang” yang jauh lebih aman. Risiko barang halal ketempelan atau terkontaminasi bahan non-halal saat numpuk di gudang transit dipastikan nihil. Bagi pelaku usaha non-halal pun, sistem terintegrasi ini tetap memberikan kepastian penanganan yang profesional dan higienis.

Di usianya yang bakal menginjak 36 tahun dengan tema “Melesat Hebat”, JNE membuktikan bahwa menjadi pemain utama logistik tak cukup hanya modal armada cepat, tapi juga kejelian membaca kebutuhan pasar yang makin sadar akan pentingnya jaminan jatah kargo yang bersih, aman, dan thoyyib. (rls/fitriah widayanti)

0 Komentar