Pemkot juga akan mendorong city branding Kota Tasikmalaya. Momentum Hari Jadi Kota Tasikmalaya disebut menjadi salah satu ruang untuk mengangkat sektor ekonomi kreatif dan pelaku UMKM.
“City branding ini kan sebetulnya mengangkat sektor-sektor ekonomi, sektor-sektor kreatif,”bebernya.
Strategi lainnya menyasar optimalisasi PAD melalui aset daerah dan perpajakan. Pemkot akan melakukan pendataan wajib pajak sekaligus aset tanah yang dimiliki daerah.
Baca Juga:Run For Tasik 2026! Lari Lawan Sampah, Jaga Pejuang KebersihanTiga Kawan Jadi Tersangka Pembunuhan Pria Bertato Ciawi Tasikmalaya, Terancam 12 Tahun Penjara
Digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi juga menjadi salah satu jalan yang disiapkan.
Pemerintah menggandeng Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perbankan BUMD dan BUMN untuk mendorong kemudahan pembayaran melalui sistem digital, termasuk QRIS.
Viman mengakui kondisi fiskal daerah memang masih berat. Karena itu, peningkatan PAD tidak hanya dilakukan melalui penambahan beban, tetapi juga dengan memperbaiki pendataan dan kepatuhan wajib pajak.
“Pertama kita pakai fondasinya sekarang untuk arahnya ke digitalisasi, kemudian juga menata kelola untuk membayar pajak yang lebih baik, lebih ke arah intensifikasinya,” tambahnya.
Pemkot juga masih mengandalkan dukungan pemerintah pusat untuk sejumlah program.
Di antaranya rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan dan pengembangan rumah sakit, BPJS, becak listrik untuk intervensi kemiskinan, hingga revitalisasi sekolah.
Untuk Dana Bagi Hasil (DBH), Viman mengatakan pemerintah daerah masih menunggu kebijakan Menteri Keuangan yang baru.
“Masih. Semua daerah juga masih karena itu kan kebijakan dari salah satunya Menteri Keuangan. Biasanya dari PMK,” katanya.
Baca Juga:SMAN 3 Tasikmalaya Perkuat Pengawasan Siswa Setelah Dugaan Penganiayaan Senior MencuatKelurahan di Kota Tasikmalaya Genjot Gotong Royong Atasi Sampah
Dia berharap kebijakan fiskal pemerintah pusat tetap memberikan ruang bagi daerah, khususnya di tengah tekanan pendapatan yang terjadi saat ini.
Viman juga mengungkapkan komunikasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan. Sejumlah perangkat daerah diminta aktif mencari dukungan program dan anggaran dari kementerian.
“Dari sekarang juga berjalan untuk hal itu. Banyak yang bolak-balik juga ke pusat,” harapnya.
Anggota Banggar DPRD Kota Tasikmalaya Nurul Awalin mengakui kondisi perubahan APBD tahun ini tidak mudah.
Bahkan, menurut dia, sejumlah kegiatan yang sebelumnya telah dianggarkan dan telah melalui tahapan survei belum tentu seluruhnya bisa direalisasikan.
