Madrasah Siyasah Diluncurkan, Sekolah Politik Ala Pemuda Persis Kota Tasikmalaya

Madrasah siyasah pemuda persis kota tasikmalaya
Sejumlah narasumber mengikuti Talkshow dalam peluncuran Madrasah Siyasah Pemuda Persis Kota Tasikmalaya di Hotel City, Kecamatan Cihideung, Minggu (27/9/2026). (Firgiawan/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

‎

‎“Semoga ada kader, khususnya dari Persis, yang duduk di lembaga penyelenggara pemerintahan. Bisa lebih mewarnai, mengakomodasi keresahan umat, terlebih dengan kondisi kita sebagai kota santri,” tuturnya.

‎

‎Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Barat H Budi Mahmud Saputra mengapresiasi inisiatif Pemuda Persis Kota Tasikmalaya tersebut. Menurutnya, pendidikan politik penting diberikan kepada generasi muda agar memahami perkembangan politik secara lebih utuh.

‎

‎“Ini baru di Tasik, khususnya di Persis. Kader agar memahami dan mengenal berbagai macam siyasah, khususnya perkembangan terkini. Yang sebelumnya mungkin belum tersentuh, sekarang didalami agar implementatif,” kata Budi.

‎

Baca Juga:Pengangkatan Dewas RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Masih Disorot, Disebut Abaikan Aturan dan Sarat KepentinganAlumni SMAN 1 Cikatomas Tasikmalaya Berkumpul, Percayakan Ajang Ramdani Memimpin IKA SMANCIKA

‎Dia menyebut generasi muda merupakan bagian penting dari estafet kepemimpinan. Terlebih, tantangan yang dihadapi semakin kompleks, mulai dari dinamika global hingga geopolitik.

‎

‎“Kalau tidak dikenalkan sekarang, tantangannya berat. Pemahaman kondisi yang tidak utuh diketahui generasi muda,” ujarnya.

‎

‎Budi juga mendorong pemuda tidak hanya menjadi objek dalam politik, tetapi turut mengambil peran sebagai pelaku politik dengan tetap mengedepankan integritas dan akhlak.

‎

‎“Jangan sebatas jadi objek politik, tapi pelaku politik. Apalagi berbasis keagamaan dan akhlak yang baik. Ketika memimpin nanti diharapkan bisa lebih baik,” katanya.

‎

‎Terpisah, Wakil Ketua Bidang Polkam Pemuda Persis Kota Tasikmalaya Eman Sulaeman menegaskan, Madrasah Siyasah lahir dari perhatian terhadap kaderisasi politik di lingkungan pemuda.

‎

‎“Persis tidak tabu terhadap politik. Kami bukan organisasi sebagai alat, tapi akan menciptakan kader yang dicetak menjadi pemimpin,” ujarnya.

‎

‎Eman mengatakan, selama ini momentum politik lima tahunan kerap menjadi perhatian. Karena itu, pihaknya ingin menyiapkan kader secara lebih sistematis agar tidak hanya menjadi bagian dari kepentingan politik pihak lain.

‎

Baca Juga:Siswa di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Perundungan, Dipukul dan Ditampar oleh Puluhan OrangDigitalisasi Parkir Tepi Jalan di Kota Tasikmalaya Terhambat Sinyal dan Jukir Liar

‎“Kami gagas ini untuk mengkader dan menciptakan calon pemimpin. Ke depan kami tidak cuma menjadi komoditas politik, tapi melahirkan kader-kader asli,” katanya.

‎

‎Ia menambahkan, kurikulum Madrasah Siyasah telah disiapkan untuk beberapa pertemuan. Program tersebut terbuka bagi pemuda yang ingin mempelajari politik Islam.

0 Komentar