Dalam Raperda Perubahan APBD 2026 yang disampaikan Viman dalam rapat paripurna DPRD, Jumat (11/9/2026), pendapatan daerah meningkat dari sekitar Rp1,475 triliun menjadi Rp1,486 triliun. PAD juga naik dari sekitar Rp455,65 miliar menjadi Rp467,27 miliar.
Namun, belanja daerah tetap lebih besar, yakni sekitar Rp1,545 triliun. Dengan demikian, angka defisit memang menyusut jauh dibandingkan proyeksi awal.
Tetapi, pekerjaan rumah Pemkot Tasikmalaya belum selesai: bagaimana menutup sisa lubang Rp27 miliar tanpa membuat pelayanan publik ikut menjadi korban rasionalisasi.
Baca Juga:Kompetisi Sepakbola Antar Kecamatan di Tasikmalaya Diubah Jadi Laga Amal Usai Peserta Meninggal DuniaPantai Cibeureum Tasikmalaya Mulai Berbenah, Jangan Sampai Landmark Tinggal Kenangan KKN
Sebab, ketika angka anggaran dipangkas, yang perlu dihitung bukan hanya rupiahnya, tetapi juga apa yang ikut hilang dari pelayanan kepada masyarakat. (rezza rizaldi)
