Tetapi pengalaman penembak sebelumnya tetap berguna. Karena itu Demi menyebut pelantikan tersebut sebagai dasar legal untuk segera bekerja, membina atlet, dan mempersiapkan diri menghadapi Porprov XV Jawa Barat.
Menariknya, kepengurusan sebelumnya tidak berdiri di pinggir lapangan. Dr. H. Iwan Saputra, S.E., M.Sc., mantan Ketua Umum Pengkab PERBAKIN Kabupaten Tasikmalaya, justru menyatakan siap memberikan dukungan.
Kepemimpinan boleh berganti. Tetapi pengabdian tidak mengenal masa jabatan. Iwan mengucapkan selamat kepada Demi Hamzah Rahadian dan seluruh jajaran pengurus baru.
Baca Juga:Ketua Tim Berganti, Penataan Dadaha Tasikmalaya Jangan Sampai Tidak TuntasMisi Rahasia Ketua Gekrafs!
Ia juga menawarkan sesuatu yang sering justru sulit ditemukan setelah pergantian kepemimpinan: pengalaman.“Kami siap memberikan dukungan, pengalaman, dan masukan demi kemajuan PERBAKIN Kabupaten Tasikmalaya,” katanya.
Ini menarik. Sebab dalam banyak organisasi, pergantian ketua kadang seperti mengganti rumah. Perabot lama ikut dibuang. Padahal belum tentu rusak.
PERBAKIN Tasikmalaya memilih jalan berbeda. Rumahnya tetap satu. Penghuninya boleh berganti. Pengalamannya jangan hilang.
Iwan juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengurus tidak cukup diukur dari rapinya administrasi. Bukan hanya dari banyaknya rapat. Bukan pula dari banyaknya foto pelantikan. Ukuran akhirnya tetap atlet. Berapa banyak yang dibina? Berapa banyak yang berkembang?Berapa banyak yang berprestasi?
Itulah ukuran yang paling sulit sekaligus paling jujur. Sebab organisasi bisa membuat laporan setebal buku. Tetapi papan skor tidak pernah bisa dibohongi.
Demi kemudian menawarkan satu kalimat yang sekaligus menjadi arah kepengurusan baru: “Tasik Membidik Nitik.” Nitik. Tepat.Tidak sekadar membidik. Sebab membidik tanpa ketepatan hanyalah mengarahkan senapan.
Yang dicari dalam olahraga menembak bukan bunyi letusannya. Yang dicari adalah titiknya. Begitu pula PERBAKIN Kabupaten Tasikmalaya. Tidak perlu terlalu sibuk membuktikan siapa yang lama dan siapa yang baru. Tidak perlu memperdebatkan siapa yang paling berjasa.
Baca Juga:Golkar Kota Tasikmalaya: Iwan Mundur, Nurul Menguat!Kadin Mempersatukan Tiga Orang yang Dulu Berbeda, Kini Menjadi Satu Meja!
Sebab sasaran organisasi bukan kursi ketua. Sasarannya adalah prestasi. Demi menegaskan, tidak ada kepengurusan lama dan baru dalam perjuangan tersebut.
Semuanya keluarga besar PERBAKIN Kabupaten Tasikmalaya. Kalau begitu, estafetnya menjadi sederhana. Iwan menyerahkan pengalaman. Demi melanjutkan pekerjaan. Atlet meneruskan perjuangan. Dan semuanya membidik satu sasaran. Porprov XV Jawa Barat.
