Menurut dia, batuk dan pilek memang merupakan keluhan yang umum ditemukan dalam pemeriksaan kesehatan, baik ketika musim kemarau maupun musim hujan.
“Biasanya batuk pilek kan juga tetap ada dalam kurun waktu pemeriksaan. Terlepas itu saat kemarau, saat musim hujan pun sebelumnya batuk pilek tetap ada,” terangnya.
Ia menyebut sejumlah penyakit lain juga tetap ditemukan di tengah masyarakat, mulai dari tifus, diare hingga radang tenggorokan.
Baca Juga:Literasi Keuangan Pelajar Tasikmalaya Masih Tertinggal, OJK Genjot GENIUS dari SekolahNurul Awalin Resmi Jadi Ketua Partai Golkar Kota Tasikmalaya, Target 10 Kursi di DPRD Jadi Tantangan
Bahkan, seseorang yang mengalami radang tenggorokan belum tentu disertai batuk dan pilek.
“Yang tipes ada, yang diare ada, penyakit-penyakit lain juga ada. Radang tenggorokan juga ada. Enggak batuk, enggak pilek, pas dilihat ternyata radang tenggorokan,” tambah Asep.
Karena itu, kondisi saat ini dinilainya sebagai hal yang umum terjadi.
Masyarakat tetap diminta menjaga kesehatan tanpa perlu panik menghadapi keluhan batuk dan pilek yang muncul di tengah musim kemarau.
Dengan kata lain, kemarau memang membawa debu, tetapi bukan berarti setiap batuk harus langsung dianggap sebagai tanda penyakit tertentu.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi, memakai masker dan membatasi paparan debu menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat. (rezza rizaldi)
