Berdasarkan pemeriksaan awal, bayi memiliki berat sekitar 2,4 kilogram dengan panjang tubuh sekitar 46-47 sentimeter.
Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota Ipda Endang Kusmiran sebelumnya mengatakan, bayi diduga sudah berada di lokasi sejak malam hari.
“Kebetulan diperkirakan bayi ini dibuang oleh terduga pelaku sekira malam hari karena kondisi plasenta bayi sudah mengering,” kata Endang.
Baca Juga:Bentrok Geng Motor di Tasikmalaya! Remaja 16 Tahun Meninggal Usai Kepala Dipukul Benda TumpulToyota Kijang Terbakar di Tamansari Tasikmalaya, Api Diduga Dipicu Korsleting Kelistrikan
Kondisi bayi saat ditemukan cukup memprihatinkan. Selain tanpa pakaian, terdapat luka lecet pada bagian kaki dan lebam di bagian dada.
Wajah dan mulut bayi juga dipenuhi tanah akibat kondisi rumah yang sudah lama tidak dihuni.
“Alhamdulillah bayi dalam kondisi sehat, namun terdapat luka lecet di kaki, kemudian luka lebam di bagian dada. Seluruh wajah dan mulut penuh dengan tanah karena kondisi TKP adalah rumah kosong yang sudah lama tidak dihuni,” ujarnya.
Rumah tersebut diketahui sudah lama kosong. Bagian belakang rumah juga tidak memiliki pintu sehingga memungkinkan seseorang masuk ke dalam bangunan.
Di sisi lain, Aditya mengaku tidak mengetahui adanya warga di wilayahnya yang sedang hamil. Ia juga menyebut pengawasan keluar-masuk kawasan perumahan relatif ketat.
Namun, keberadaan sejumlah rumah kosong dan akses bagi orang luar membuat ruang penyelidikan polisi menjadi lebih luas.
Setelah mendapat pemeriksaan awal dari Bidan Elis, bayi diberikan obat dan susu formula. Bayi kemudian dibawa ke RSUD dr Soekardjo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Baca Juga:Sabu 167 Gram dan 3.201 Pil Terlarang Dimusnahkan Kejari Kota Tasikmalaya, Modus “Tempel” Bikin MirisAsep Saepulloh Kembalikan Berkas Caketum KADIN Kota Tasikmalaya, Janjikan Perluasan Manfaat untuk UMKM
Sementara itu, polisi masih bekerja untuk mengungkap identitas orang yang meninggalkan bayi tersebut.
Kasus ini menyisakan ironi. Di sebuah kawasan perumahan yang pengawasannya disebut relatif ketat, sebuah rumah kosong justru menjadi tempat seorang bayi ditemukan sendirian.
Rumah yang seharusnya hanya menyimpan kesunyian malah menyimpan cerita yang jauh lebih gaduh: seorang bayi baru lahir ditinggalkan tanpa pakaian.
Dan seperti sering terjadi, sebuah tangisan akhirnya lebih jujur daripada pintu-pintu yang tertutup. Tangisan itu menjadi alarm bagi warga sekaligus petunjuk awal bagi polisi untuk mengurai siapa yang tega meninggalkan bayi tersebut. (rezza rizaldi)
