“Tak jarang kita terpuruk dan kecewa. Tantangan ini kemudian menggugah batin saya untuk merenung dan melahirkan pertanyaan “Sudahkah kita berada di jalan yang benar? Sudahkah kita memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan bangsa?,” paparnya.
Karena itu, kebangkitan Kejaksaan tidak bisa bergantung pada satu orang, satu kebijakan, ataupun satu generasi. Kebangkitan hanya dapat diwujudkan melalui soliditas dan solidaritas seluruh insan Adhyaksa.
Pengalaman, kata Jaksa Agung, telah mengajarkan bahwa tanpa soliditas dan solidaritas, institusi tidak akan mampu bertahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan.
Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi
Peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81 tahun ini mengusung tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil dan Humanis”.
Tema tersebut menjadi penegasan bahwa kepercayaan masyarakat harus dikembalikan dan dijaga melalui penegakan hukum yang berintegritas, adil, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Kejaksaan berada pada posisi strategis dalam sistem penegakan hukum nasional. Lembaga ini berada pada dua ranah kekuasaan; eksekutif sebagai pelayan masyarakat dan yudikatif dalam mengemban kekuasaan negara di bidang penuntutan, sekaligus memiliki berbagai kewenangan lain yang diberikan oleh undang-undang.
Posisi dan luasnya mandat tersebut menuntut Kejaksaan untuk terus beradaptasi dan melakukan pembaruan sesuai perkembangan kebutuhan hukum serta tuntutan masyarakat.
Dalam amanatnya, Jaksa Agung juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dengan lembaga penegak hukum lainnya, kementerian/lembaga pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, serta berbagai pemangku kepentingan.
Penegakan hukum harus dilakukan secara terpadu dan terintegrasi dengan tetap saling menghormati kewenangan masing-masing, tanpa kehilangan independensi, objektivitas, dan integritas.
Dengan sinergi yang kuat dan harmonis, penegakan hukum diharapkan menjadi lebih efektif, efisien, terpercaya, sekaligus memberikan kepastian dan keadilan bagi seluruh masyarakat.
Baca Juga:Gelorakan Gerakan Langit Biru, Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Bersihkan Jalan dan Tanam Puluhan PohonPangdam III/Siliwangi Terima Kunjungan Paskibraka Jawa Barat 2026
Jaksa Agung menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan kehormatan sekaligus amanah bagi setiap insan Adhyaksa. Karena itu, integritas, profesionalitas, dan pengabdian menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas.
Setiap insan Adhyaksa juga disebut sebagai cermin institusi. Sikap, tutur kata, dan perilaku seorang jaksa tidak hanya mencerminkan pribadi, tetapi turut menentukan marwah dan kewibawaan Kejaksaan di mata publik.
