“Apalagi saat ini kita menghadapi berbagai tantangan seperti menurunnya rasa hormat, perundungan atau bullying, serta lunturnya empati sosial di kalangan remaja. Karena itu, keteladanan Rasulullah sangat penting untuk membentuk karakter siswa agar menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Pembina ROHIS SMK Al-Khoeriyah, Risma Sari, mengajak siswa menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengevaluasi konsistensi dalam meneladani akhlak Rasulullah.
“Adanya momentum Maulid Nabi ini, kami mengajak siswa untuk senantiasa menjadikan kegiatan ini sebagai titik tolak untuk melihat sejauh mana kita istiqamah dalam meneladani akhlak Rasulullah,” ungkap Risma.
Baca Juga:Ratusan Warga Perum BMM Tasikmalaya Meriahkan HUT RI dengan Fun Walk dan KarnavalSiswa MAN 1 Tasikmalaya Juara OBA Jabar, Syifa Auliya Lolos Nasional
Ia juga mendorong siswa untuk aktif mengikuti kegiatan kerohanian Islam dan mentoring, khususnya bagi anggota IREMA/ROHIS, agar mampu menjadi contoh bagi siswa lainnya.
“Tugas kita hanya menyampaikan, bukan merubah.”
Menurut Risma, dalam menyampaikan kebaikan seseorang tidak dapat memaksakan perubahan kepada orang lain karena hidayah dan taufik berada di tangan Allah SWT.
“Sudah dinasihati dari pagi, siang, sore hingga malam, setiap hari dan setiap waktu, namun seseorang belum tentu langsung berubah. Ingatlah bahwa tugas kita hanyalah menyampaikan Al-Haq atau kebenaran, bukan memaksa orang lain untuk meyakini apa yang kita yakini saat itu juga. Hidayah dan taufik berada di tangan Allah SWT,” jelasnya. (fwd)
