Menurut Cardia, hal tersebut belum tentu benar-benar terjadi karena Milan tetap memiliki hak penuh untuk menentukan kebijakan transfer.
Bekerja sama dengan agen besar juga bukan sesuatu yang otomatis buruk.
Justru, agen seperti Mendes memiliki jaringan yang luas dan dapat membantu klub mendapatkan pemain berkualitas.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Inter Masih yang Terkuat, AC Milan Seperti AC Mendes Aturan Baru Serie A Musim 2026/27: Pergantian Pemain Maksimal 10 Detik, VAR Diperketat
Persoalannya adalah batas antara kerja sama dengan agen dan ketergantungan terhadap agen.
Cardia menilai sepak bola modern telah mengalami perubahan besar. Beberapa agen terbesar dunia kini memiliki kekuatan yang sangat besar dan dalam situasi tertentu bahkan terlihat lebih berpengaruh dibandingkan klub.
Ia bahkan menyoroti bahwa klub-klub Serie A menghabiskan lebih dari €200 juta atau Rp4 triliun dalam satu tahun terakhir untuk biaya agen dan jasa perantara.
Menurut Cardia, masalah muncul ketika agen dan direktur olahraga berada pada posisi yang seolah-olah setara dalam menentukan arah transfer, bahkan muncul kesan bahwa agen justru lebih berkuasa.
Peringatan tersebut relevan dengan situasi Leao.
Jika Mendes terlibat dalam proses mencari klub baru untuk Leao, Milan harus tetap memastikan bahwa keputusan akhir berada di tangan klub.
Cardinale tidak boleh membiarkan nilai pemain turun hanya demi memudahkan proses transfer.
Situasi Leao menunjukkan bahwa Milan berada dalam posisi yang cukup rumit.
Baca Juga:Rodrigo Mora Datang, AS Roma Tawar Malick Fofana Rp800 MiliarPesan Perpisahan Rodri Usai Gabung Barcelona: Terima Kasih Manchester City
Di satu sisi, Amorim membutuhkan skuad yang sesuai dengan sistemnya. Di sisi lain, Leao merupakan aset bernilai tinggi yang bisa menghasilkan dana besar untuk mendukung proyek baru.
Jika pemain Portugal itu memang tidak menjadi bagian utama dari rencana teknis Amorim, menjualnya dengan harga yang tepat bisa menjadi solusi.
Tetapi menjual Leao dengan harga €35 juta atau Rp700 miliar jelas tidak sesuai dengan ekspektasi Milan.
Cardinale tampaknya memilih bersabar. Tawaran harus mendekati €50-60 juta atau Rp1-1,2 triliun sebelum pembicaraan memasuki tahap serius.
Pesan tersebut juga menjadi penting bagi Mendes. Sang super agen memiliki jaringan luas dan bisa membantu menemukan klub yang bersedia membayar mahal, tetapi Milan tidak ingin kehilangan asetnya dengan harga murah.
