Meski demikian, kontraksi secara bulanan menunjukkan bahwa momentum konsumsi belum sepenuhnya solid. Normalisasi permintaan setelah berakhirnya periode HBKN dan libur sekolah berpotensi membuat aktivitas perdagangan ritel sedikit melambat dibandingkan Juni.
Perkembangan penjualan ritel tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan untuk melihat arah konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi domestik pada paruh kedua 2026.
Jika realisasi Juli mampu mencapai atau bahkan melampaui proyeksi BI, pemulihan penjualan ritel dapat menjadi sinyal awal membaiknya konsumsi masyarakat setelah mengalami tekanan pada beberapa bulan sebelumnya. (snd/stb)
Sumber: Stockbit
