Taufiq menuturkan, lahirnya inovasi tersebut tidak terlepas dari proses pembelajaran di Program Studi PTI.
Selain dibekali kemampuan di bidang teknologi informasi, mahasiswa juga memperoleh mata kuliah Kewirausahaan dan Teknopreneur yang mendorong mereka menyusun serta mengembangkan ide bisnis sejak di bangku kuliah.
Menurut dia, pendekatan tersebut membuat mahasiswa tidak terpaku menciptakan usaha berbasis teknologi digital semata, tetapi mampu melahirkan berbagai inovasi yang memiliki nilai ekonomi.
Baca Juga:BREAKING NEWS! SDN Citapen Kota Tasikmalaya KebakaranTarif Pelepasan Status WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Menkum: Hanya Berdampak pada Segelintir Orang
Tim yang meraih prestasi di MCEBI pun sebelumnya telah memiliki rekam jejak sebagai penerima Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Di Prodi Pendidikan Teknologi Informasi UMTAS, kewirausahaan ditekankan secara terstruktur melalui mata kuliah Kewirausahaan dan Teknopreneur. Cikal bakal inovasi ini berawal dari tugas kuliah yang menantang mahasiswa menciptakan rancangan bisnis. Ide bisnis tidak dibatasi pada sektor digital saja, yang utama adalah nilai inovasi dan kreativitasnya,” ucapnya.
Ke depan, UMTAS berkomitmen memperkuat pendampingan kewirausahaan bagi mahasiswa agar semakin banyak inovasi yang berkembang menjadi usaha nyata. Kampus juga menargetkan lahirnya lebih banyak prestasi di bidang kewirausahaan, baik pada tingkat nasional maupun internasional. (Fitriah Widayanti)
