PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memprediksi potensi kekeringan di 10 Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Pangandaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Dodo Kusnadi mengatakan, warga di beberapa desa seperti Desa Mangunjaya di Kecamatan Mangunjaya, Desa Pamotan di Kecamatan Kalipucang dan Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi sudah mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih.
“Sampai saat ini BPBD belum menerima laporan berapa kerugian atas kekeringan baik dari sektor pertanian maupun air bersih,” katanya kepada Radar Selasa (14/7/2026).
Baca Juga:48 Warga Pangandaran Jadi Korban Arisan Bodong, Kerugian Mencapai Rp 868.855.000Dishub Jadi Penagih Setoran!
Pihaknya mengaku sudah menyuplai air bersih ke tiga desa tersebut. Namun sampai sekarang belum ada permintaan lagi.
Menurut Dodo, beberapa desa yang sudah mendapatkan suplai air bersih dari BPBD yakni Desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya, Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang, dan Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi.
Ia mengatakan, saat ini pemerintah daerah sedang menyusun Peraturan Bupati (Perbub) tentang darurat siaga bencana menindaklanjuti Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Kalau Pangandaran statusnya belum darurat bencana, masih siaga,” ucapnya.
Meskipun demikian, dengan adanya fenomena El Nino, pemerintah daerah tetap waspada terhadap potensi bencana Kekeringan yang bakal melanda wilayah Kabupaten Pangandaran.
Dodo juga mengatakan, dari pemerintah pusat sudah memberikan bantuan untuk pembuatan sumur bor, baik di Dinas Pekerjaan Umum untuk mengairi irigasi dan air bersih di sejumlah titik.
“Kalau di BPBD ada satu, bantuan membuat sumur bor untuk penyediaan air bersih saja,” ujarnya.(Deni Nurdiansah)
