TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID– Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggeledah sebuah rumah kontrakan di kawasan Gunung Koneng, Jalan Bebedilan, RT 01 RW 12, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Minggu (12/7/2026).
Penggeledahan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB itu berlangsung selama beberapa jam dan menjadi perhatian warga sekitar.
Sejumlah personel Densus 88 tampak memeriksa seluruh ruangan rumah kontrakan bercat putih tersebut, sementara lokasi dijaga ketat aparat keamanan.
Baca Juga:Rambut Putih Ketua KADIN!Rp3,6 Miliar untuk Mengolah Apa? Jangan Sampai Terjadi Kebakaran di TPA Ciangir!
Sebelum penggeledahan dilakukan, petugas lebih dahulu mengamankan seorang pria yang menghuni rumah tersebut sekitar pukul 13.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Ketua RT 01 RW 12 Gunung Koneng, H. Ade Mumu, mengaku tidak mengetahui latar belakang penghuni kontrakan tersebut. Menurutnya, pria itu baru sekitar dua bulan tinggal di lingkungan tersebut.
“Yang bersangkutan mengaku hanya mengontrak sementara sambil menunggu rumah yang sedang dibangun selesai. Istrinya merupakan warga asli Cilembang dan sehari-hari berdagang di pasar,” ujar Ade.
Ia mengatakan selama tinggal di lingkungan itu, terduga dikenal sebagai pedagang yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga.
“Kalau pulang berdagang langsung masuk rumah. Orangnya jarang bersosialisasi, sehingga kami tidak mengetahui aktivitasnya secara detail,” katanya.
Saat proses penggeledahan berlangsung, Ade melihat petugas mengamankan sejumlah barang dari dalam rumah.
“Yang saya lihat ada senapan angin jenis mimis dan sebilah belati. Barang-barang lainnya saya tidak mengetahui karena itu sudah menjadi kewenangan penyidik,” ungkapnya.
Baca Juga:Mengubah Wajah Kabupaten Tasikmalaya Menjadi Ramah terhadap Pembangunan InfrastrukturTasik: Kota Miskin, TPP Kaya!
Sementara itu, tetangga kontrakan, Wati (52), menyebut keluarga tersebut dikenal pendiam, tetapi tetap bersikap sopan kepada warga.
“Kalau bertemu selalu menyapa. Mereka juga terlihat rajin beribadah. Istrinya setiap hari berjualan di kawasan Dadaha,” katanya.
Menurut Wati, selama menempati rumah kontrakan itu, keluarga tersebut tidak pernah membuat keributan ataupun menimbulkan persoalan dengan warga sekitar.
Hingga Minggu sore, proses penggeledahan masih berlangsung. Petugas membawa sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyelidikan.
Insiden bermula dari adu mulut antara pedagang jagung berinisial S dengan penjual tahu gejrot berinisial E alias U yang diduga dalam kondisi mabuk. Situasi memanas setelah AAS, yang merupakan penjual es teh sekaligus kerabat pedagang jagung, datang dan memaki E alias U.
