Cekcok PKL di Dadaha Diwarnai Ledakan, Polisi Turunkan Penjinak Bom

Ledakan Dadaha Tasikmalaya
Garis polisi dipasang di lapak pedagang kaki lima dDadaha usai ledakan bom molotov Sabtu malam. (ist)
0 Komentar

Sementara itu, tetangga kontrakan, Wati (52), menyebut keluarga tersebut dikenal pendiam, tetapi tetap bersikap sopan kepada warga.

“Kalau bertemu selalu menyapa. Mereka juga terlihat rajin beribadah. Istrinya setiap hari berjualan di kawasan Dadaha,” katanya.

Menurut Wati, selama menempati rumah kontrakan itu, keluarga tersebut tidak pernah membuat keributan ataupun menimbulkan persoalan dengan warga sekitar.

Baca Juga:Rumah Penjual Es Teh di Cilembang Digeledah Densus 88, RW Sebut Polisi Amankan Senpi hingga BukuPenggeledahan Densus 88 Berawal dari Ledakan di Dadaha, Ini Kronologi Lengkapnya!

Hingga Minggu sore, proses penggeledahan masih berlangsung. Petugas membawa sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyelidikan.

Insiden bermula dari adu mulut antara pedagang jagung berinisial S dengan penjual tahu gejrot berinisial E alias U yang diduga dalam kondisi mabuk. Situasi memanas setelah AAS, yang merupakan penjual es teh sekaligus kerabat pedagang jagung, datang dan memaki E alias U.

Saat warga berusaha melerai, tiba-tiba terdengar ledakan keras dari arah belakang yang membuat pedagang dan pengunjung panik serta berlarian menyelamatkan diri. Sekitar pukul 01.00 WIB, aparat gabungan Polres Tasikmalaya Kota langsung mengepung dan mensterilkan lokasi kejadian.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Densus 88 Antiteror Polri maupun kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas terduga, status hukumnya, maupun dugaan perkara yang sedang ditangani. Aparat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. (Ujang Nandar)

0 Komentar