Dalam unggahannya, ia bahkan menyebut ketiga penyerang tersebut sebagai pemain yang “tidak layak ditampilkan”, sebuah sindiran yang menunjukkan kekecewaannya terhadap kebijakan transfer klub.
Menurut Belloni, setelah mengeluarkan dana sebesar itu, manajemen justru berusaha menutupi kegagalan dengan menyalahkan Di Gregorio, yang direkrut oleh direktur olahraga sebelumnya, Cristiano Giuntoli, sebagai salah satu kiper terbaik Serie A saat berusia 26 tahun.
Untuk memperkuat argumennya, Belloni membandingkan statistik Juventus dengan Inter Milan.
Sepanjang musim lalu, Juventus hanya kebobolan 34 gol, sementara Inter kebobolan 35 gol. Artinya, pertahanan Bianconeri sebenarnya tampil sangat solid.
Baca Juga:Tonali Gabung Tottenham, AC Milan Dapat Uang Kaget Rp200 MiliarTonali Pemain Italia Termahal Sepanjang Masa: Dibeli Tottenham Rp2,32 Triliun
Sebaliknya, masalah terbesar justru berada di lini depan. Juventus hanya mampu mencetak 61 gol, jauh tertinggal dibandingkan Inter yang mengoleksi 82 gol.
Data tersebut menjadi dasar Belloni menyimpulkan bahwa kegagalan Juventus bukan berasal dari performa penjaga gawang, melainkan karena produktivitas lini serang yang jauh dari memuaskan.
“Angka-angka tidak bisa dibantah,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Belloni juga memberikan gambaran mengenai masa depan kliennya.
Ia memastikan Di Gregorio masih memiliki kontrak selama tiga tahun bersama Juventus dan akan tetap mengikuti pemusatan latihan pramusim.
Meski demikian, peluang hengkang tetap terbuka apabila ada tawaran yang dianggap tepat.
“Di Gregorio masih memiliki kontrak tiga tahun dengan Juventus. Dia akan mengikuti pemusatan latihan dan selama bursa transfer kami akan melihat apakah ada peluang yang menarik. Dia masuk daftar incaran beberapa klub besar Eropa, jadi kami tidak terburu-buru,” ujar Belloni.
Ia kembali menegaskan bahwa yang paling penting adalah penghormatan terhadap pemain yang selalu memberikan segalanya untuk klub.
Baca Juga:Jurnalis Italia Tak Percaya Ibrahimovic Mampu Bawa Virgil van Dijk ke AC MilanPemilik AC Milan Coba Gagalkan Kepindahan Mattia Liberali ke Como
“Yang kami minta hanyalah rasa hormat kepada seseorang yang selalu siap membantu tim, bahkan ketika akan lebih mudah baginya hanya duduk di bangku cadangan dan tidak melakukan apa pun,” pungkas Belloni.
Pernyataan keras sang agen dipastikan semakin memanaskan situasi internal Juventus.
Di tengah upaya klub membangun skuad baru untuk musim depan, polemik mengenai masa depan Michele Di Gregorio kini menjadi sorotan dan berpotensi memengaruhi dinamika bursa transfer Bianconeri.
