Hobi Rajut Jadi Cuan, Karya Perempuan Tasikmalaya Tembus Pasar Italia

Karya Perempuan Tasikmalaya
Ketua Komunitas Merajut Tasikmalaya (KMT) E S Emi Rahayu (tengah) bersama anggota KMT berkumpul merajut dan membahas program komunitas di salah satu cafe di Kota Tasikmalaya, Selasa, 9 Juni 2026. (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id)
0 Komentar

Peluang usaha rajut di Tasikmalaya dinilai masih cukup besar.

Salah satu alasannya, tidak semua orang memiliki keterampilan merajut.

Produk handmade juga memiliki daya tarik tersendiri karena dibuat secara manual, personal, dan memiliki nilai seni.

Selama ini, pemasaran produk rajut banyak dilakukan melalui bazar, pameran, pesanan teman, serta kegiatan komunitas.

KMT juga berperan membantu para anggota memamerkan karya mereka dalam berbagai event.

Baca Juga:Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Skor, Kondisi Tim, dan Susunan Pemain21 Klub Motor Honda Kumpul di Kuningan, Bahas Masa Depan Paguyuban hingga Identitas Resmi

Jika produk anggota terjual melalui fasilitas komunitas, biasanya ada skema bagi hasil dari harga jual produk tersebut.

Namun, Rifa mengakui bahwa tantangan terbesar perajin rajut masih berada pada pemasaran.

Sebelum pandemi Covid-19, banyaknya event bazar membantu meningkatkan penjualan.

Setelah pandemi, jumlah event yang berkurang ikut berdampak pada penjualan produk handmade.

Karena kondisi tersebut, Rifa memilih menjadikan rajut sebagai hobi produktif yang menghasilkan tambahan pendapatan.

Ia tidak terlalu mengejar keuntungan besar dari rajut karena juga memiliki usaha lain di bidang kuliner, yakni berjualan kue bolu.

Bagi Rifa, merajut tetap memberi nilai lebih karena menghadirkan kesenangan, pertemanan, dan ruang berkegiatan bersama komunitas.

Komunitas Merajut Tasikmalaya berdiri pada 27 September 2017. Komunitas ini digagas sebagai wadah pemberdayaan perempuan berbasis industri kreatif di Tasikmalaya dan sekitarnya.

Baca Juga:8 Fakta Mengejutkan Kim Jae Won yang Belum Diketahui Penggemar Drama KoreaPemerintah Batalkan Gross Split Mineral dan Batu Bara, Saham Tambang Tahan Banting Saat IHSG Turun

Dengan semangat “Merajut Asa, Meraih Mimpi Bersama”, KMT berupaya memperluas dampak sosial dan ekonomi bagi para anggotanya.

Pendiri sekaligus Ketua KMT, E S Emi Rahayu atau akrab disapa Yayu, menjelaskan bahwa komunitas ini memiliki komitmen untuk meningkatkan taraf hidup perajin melalui pendidikan keterampilan, manajemen kualitas, dan akses pasar yang lebih luas.

KMT tidak hanya mendorong perempuan untuk bisa merajut, tetapi juga membekali anggota dengan pemahaman tentang pengembangan produk, kualitas produksi, hingga standar ekspor.

Dengan begitu, karya rajut tidak berhenti sebagai hobi rumahan, tetapi dapat berkembang menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“KMT ingin membuktikan bahwa seni kerajinan tangan mampu menjadi motor penggerak ekonomi keluarga, khususnya bagi kaum perempuan di Tasikmalaya dan sekitarnya,” katanya.

0 Komentar