Hasil Pekerjaan Tak Berfungsi, Proyek Ipal TPA Ciangir Kota Tasikmalaya Mencurigakan

IPAL TPA Ciangir masih bermasalah
Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya bersama DLH, pihak ketiga dan masyarakat saat melakukan sidak IPAL TPA Ciangir, Selasa (2/6/2026). Istimewa For Radar Tasikmalaya 
0 Komentar

“Banyak yang ada di gambar, tetapi belum ada di lokasi. Jadi kalau dikatakan sudah sempurna, masih jauh. Bahkan menurut kami belum layak disebut selesai sepenuhnya,” katanya.

Temuan tersebut membuat DPRD mempertanyakan status pekerjaan yang sebelumnya diklaim telah mencapai 100 persen. Menurut Anang, capaian administrasi tidak boleh menutupi fakta bahwa sejumlah fungsi utama instalasi masih belum berjalan.

“Kalau pekerjaan belum lengkap, ya jangan buru-buru disebut selesai. Jangan sampai angka 100 persen hanya rapi di atas kertas, sementara di lapangan masih ada pekerjaan rumah yang harus dibereskan,” sindirnya.

Baca Juga:Nilai Para Peserta Mendadak Berkurang! Penerimaan Siswa Sekolah Maung di Kota Tasikmalaya BerpolemikCitra Terjaga di Dunia Maya! Media Sosial Bupati Pangandaran Minim Kritikan

Komisi III pun meminta seluruh pembenahan selesai sebelum Juli 2026. “Kesanggupannya satu bulan. Kalau ternyata tidak dilaksanakan, tentu akan menjadi persoalan lain. DPRD bisa mempertimbangkan langkah hukum jika rekomendasi yang sudah disampaikan tidak ditindaklanjuti,” tegasnya.

Terkait informasi adanya mesin yang rusak akibat terlalu lama tidak digunakan, Anang membantah kabar tersebut. Ia menjelaskan sebagian besar alat belum sempat diuji coba karena pasokan listrik dari PLN baru tersedia belakangan.

“Bukan rusak. Alat-alat itu baru dipasang dan belum diuji coba karena sebelumnya terkendala listrik. Jadi hasil operasionalnya memang belum bisa terlihat,” jelasnya.

Meski alat sudah tersedia, Anang menilai hasil pengolahan tetap tidak akan maksimal apabila seluruh komponen yang direncanakan belum dipasang secara lengkap.

Aktivis lingkungan Agus Sofyan alias Jarwo menyoroti proyek IPAL TPA Ciangir yang dinilai belum menunjukkan fungsi optimal meski menghabiskan anggaran lebih dari Rp3,5 miliar. Ia mempertanyakan efektivitas perencanaan proyek yang molor dari target awal dan baru mendapatkan pasokan listrik beberapa waktu terakhir.

DLH Kota Tasikmalaya sendiri menargetkan seluruh penyempurnaan teknis, termasuk penyediaan air bersih, jaringan pipa dan perbaikan aerator, dapat diselesaikan sebelum 1 Juli 2026. (Rangga Jatnika/Rezza Rizaldi)

0 Komentar