Hingga awal Juni 2026, TLKM telah menyelesaikan streamlining terhadap empat bisnis, termasuk divestasi Admedika dan Telkomedika.
Target jangka pendek adalah merampingkan tambahan dua bisnis lagi, dengan estimasi total 9–10 bisnis sebelum akhir semester pertama.
TLKM juga melanjutkan value unlocking pada bisnis fiber melalui Infranexia dan data center, dengan fase kedua fiber ditargetkan selesai pada 3Q26.
Baca Juga:Rebalancing Indeks MSCI Efektif, Saham yang Terdepak Justru Melonjak! BREN dan CUAN ARA, Big Banks TertekanPermainan Tradisional Sunda Ini Ternyata Bisa Bikin Matematika Lebih Mudah Dipahami Siswa SD di Tasikmalaya
Investasi strategis di data center diharapkan memperkuat kapabilitas operasional sekaligus membuka peluang kontrak baru, dengan TLKM tetap menjadi pengendali.
Kesimpulan dan Prospek
Berdasarkan analisis Stockbit, meski laba kuartal pertama di bawah ekspektasi, TLKM tetap berada di jalur yang mendukung pencapaian guidance 2026.
Pertumbuhan ARPU, perbaikan kualitas pelanggan, dan potensi monetisasi aset infrastruktur B2B menjadi pendorong utama.
Manajemen juga menegaskan adanya peluang pembagian dividen yang menarik pada RUPS mendatang. (*)
Sumber: Stockbit
