Dejan juga membandingkan perjalanan Aleksandar dengan kakaknya, Filip Stankovic.
Menurutnya, kedua anaknya memilih jalur yang tidak mudah demi mendapatkan pengalaman bermain dan berkembang secara maksimal.
“Filip memilih jalur sulit: Volendam, lalu Sampdoria, kemudian Venezia. Aleksandar pergi dari Lucerne ke Brugge. Itu jalan yang berat, tetapi bisa membantu pemain berkembang,” kata Dejan.
Ia menambahkan, tidak semua pemain muda Serbia memiliki kesempatan untuk mengambil langkah seperti itu karena banyak klub di Serbia berada dalam tekanan finansial dan lebih memilih solusi instan.
Baca Juga:Usai Rekrut Anthony Gordon, Deco Kebut Boyong Striker Atletico Madrid ke BarcelonaFlorentino Perez Tak Ingin Madrid Kehilangan Vinicius Jr: Dia Salah Satu Pemain Terbaik di Dunia
Dejan juga memuji peran Brugge dalam perkembangan pesat Aleksandar musim ini.
“Saya melihat sendiri apa yang dilakukan Brugge terhadap Aleksandar hanya dalam dua setengah atau tiga bulan. Apa yang terlihat sekarang adalah hasil dari pekerjaan itu,” ujarnya.
Ucapan tersebut seolah menjadi peringatan halus kepada Inter bahwa perkembangan Aleksandar tidak boleh dihentikan hanya karena statusnya sebagai pemain muda akademi klub.
Dengan usia yang masih sangat muda dan potensi besar yang dimiliki, Aleksandar kini berada di persimpangan penting dalam kariernya.
Inter harus menentukan apakah mereka siap memberinya menit bermain reguler atau justru melepasnya demi memberi ruang berkembang di tempat lain.
Satu hal yang pasti, Dejan Stankovic tidak ingin putranya hanya menjadi penghias bangku cadangan di Giuseppe Meazza.
