TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Nasib ratusan sukwan pengangkut sampah di Kota Tasikmalaya mulai menemukan secercah harapan.
Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan usulan terkait insentif dan solusi bagi petugas kebersihan kini masuk pembahasan prioritas dalam rapat pimpinan, Kamis (21/5/2026) lalu.
Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengaku telah mengikuti rapat tersebut meski hanya beberapa menit karena harus menghadiri agenda di Bandung.
Baca Juga:Wanita PUI Kota Tasikmalaya Dorong Kerja Tuntas, Ketahanan Keluarga Jadi Program PrioritasPORSADIN XI Mangkubumi Jadi Panggung Santri Berprestasi, 300 Peserta Adu Ilmu dan Seni
Namun, dia memastikan persoalan sukwan kebersihan mendapat perhatian khusus untuk diajukan kepada Wali Kota Tasikmalaya.
“Kemarin TAPD sudah rapat. Saya sempat datang dan minta agar ini dispesialkan sebagai bagian yang diajukan kepada pimpinan. Insyaallah ada jalan,” ujar Diky kepada Radar, Minggu (24/5/2026).
Di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang “seret napas”, kata dia, pemerintah kini mulai menata ulang prioritas anggaran.
Menurutnya, kebutuhan pelayanan kebersihan tidak bisa dipandang sebelah mata, sebab tanpa petugas kebersihan, Kota Tasikmalaya bisa lumpuh oleh persoalan sampah.
“Mereka termasuk prioritas. Kebayang enggak kalau tidak ada yang angkut sampah? Wah luar biasa. Makanya ini sangat penting,” katanya.
Diky menegaskan, pemerintah tidak alergi terhadap usulan yang berpotensi membebani APBD selama memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Bahkan, kondisi keuangan daerah yang sedang sulit disebut menjadi momentum evaluasi agar anggaran tidak lagi dihamburkan untuk program tanpa dampak jelas.
Baca Juga:Toko Elektronik di Tamansari Kota Tasikmalaya Terbakar, Letupan Dini Hari Disadari Setelah Asap MengepulPersib Juara, Pusat Perkotaan Tasikmalaya Jadi Lautan Bobotoh
“Sekarang saatnya mawas diri. Mana yang paling urgent, paling dibutuhkan masyarakat di 2026 dan 2027. Jangan sampai anggaran dipakai seenaknya tapi tidak ada manfaatnya,” sindirnya.
Meski demikian, keputusan final tetap berada di tangan Wali Kota Tasikmalaya. Diky mengaku cukup optimistis usulan tersebut mendapat persetujuan pimpinan setelah Wali Kota kembali ke daerah.
“Kebijakan tetap dari Pak Wali. Tapi saya cukup optimistis insyaallah jalan,” ucapnya.
Sebelumnya, ratusan sukwan pengangkut sampah DLH Kota Tasikmalaya sempat melakukan protes terkait kejelasan nasib mereka.
Pemerintah kemudian mengumpulkan para petugas kebersihan di Balewiwitan, Selasa (19/5/2026), sebelum mereka turun bertugas membersihkan kota.
Dalam apel yang dipimpin Diky Candra bersama Plh Sekda Hanafi itu, pemerintah mengakui belum mampu memberikan solusi instan.
