Menurutnya, Maldini bersama Zvonimir Boban dan Frederic Massara adalah sosok penting di balik kebangkitan Milan hingga meraih scudetto dan mencapai semifinal Liga Champions.
“Milan secara tragis memecat Maldini. Cardinale dan Furlani seperti melupakan jasa besar Maldini, Boban, dan Massara dalam membawa klub kembali meraih scudetto dan semifinal Liga Champions,” katanya.
Banyak fans Milan memang masih menganggap pemecatan Maldini sebagai titik awal runtuhnya proyek Rossoneri.
Baca Juga:Adani Minta AC Milan Pecat Allegri: Sejak Era Sacchi dan Berlusconi, Milan Identik dengan Sepak Bola IndahJadi Sasaran Kemarahan Fans AC Milan, Petugas Keamanan Kawal Ibrahimovic Hingga Tempat Parkir
Sejak kepergiannya, Milan dinilai kehilangan identitas dan arah dalam membangun tim.
Hal itu semakin terasa musim ini ketika Rossoneri tampil inkonsisten dan gagal bersaing di papan atas Serie A.
Currò juga mengkritik narasi yang terlalu fokus menyalahkan pemain dan Massimiliano Allegri atas kegagalan musim ini.
Menurutnya, akar masalah Milan jauh lebih dalam dibanding sekadar performa di lapangan.
“Milan punya solusi yang sederhana, seperti yang terus diminta para tifosi: segera panggil kembali Maldini, daripada terus membebankan semua kesalahan kepada pemain dan Allegri,” tulisnya.
Ia bahkan mempertanyakan mengapa Milan masih menunda langkah tersebut.
“Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegas Currò.
Desakan memulangkan Maldini kini semakin kuat di kalangan suporter Milan. Saat kalah dari Cagliari, Curva Sud kembali meneriakkan protes keras kepada manajemen dan pemilik klub Gerry Cardinale.
Nama Maldini bahkan beberapa kali dinyanyikan oleh tifosi sebagai simbol kerinduan terhadap era ketika Milan dianggap memiliki identitas yang jelas.
Baca Juga:4 Tahun Lalu Masih Main di Serie D, Fans Como Tak Percaya Timnya Lolos ke Liga ChampionsDi Canio Tuding AS Roma Lolos ke Liga Champions karena Bunuh Diri AC Milan dan Juventus
Sementara itu, masa depan Allegri juga terus menjadi sorotan. Sejumlah pengamat menilai pelatih asal Italia tersebut gagal membangun permainan yang sesuai dengan tradisi Milan.
Kini, dengan tekanan besar dari publik dan media Italia, manajemen Rossoneri menghadapi keputusan penting untuk menentukan arah klub musim depan.
Dan bagi banyak pendukung Milan, solusi terbaik tampaknya hanya satu: membawa Paolo Maldini pulang ke San Siro secepat mungkin.
