“Saya dengar ADYTI itu telah berprestasi, telah bagus. Saya harap di-up lagi agar masyarakat Kota Tasikmalaya tahu lebih luas. Seperti barusan (informasinya, red) di Surabaya, di mana dapat medali,” tuturnya.
Rochimat berharap, setelah tergabung di KORMI, ADYTI Tasikmalaya bisa bergabung dalam festival olahraga masyarakat yang akan diselenggarakan dalam waktu tidak lama lagi.
“Insya Allah ke depan kita akan melaksanakan festival olahraga masyarakat tingkat Kota Tasikmalaya,” ungkapnya.
Baca Juga:Foto yang Menjelaskan Semua Tentang PPP Kota Tasikmalaya!Drama Muscab PPP yang Melelahkan Itu Pun Berakhir
Sementara, Ketua Dewan Pengurus Sasana (DPS) Radar Tasikmalaya, Dadan Alisundana, juga mengaku tak menyangka. Radar Tasikmalaya bisa jadi sasana Taijiquan.
“Saya dulu ikut latihan di asia. Gak nyangka ini (Radar Tasikmalaya, red) jadi sasana. Saya dulu berhenti karena sakit,” akunya.
Ia mengulas kembali bagaimana saat awal olahraga Tai Chi diperkenalkan kepada warga Radar Tasikmalaya di kantor. Beberapa orang sempat bergabung latihan di Dadaha dengan penggemar Tai Chi lain, kemudian pindah ke halaman parkir kantor Radar Tasikmalaya di Jalan SL Tobing Nomor 99.
“Saya dulu sempat bilang ke Lao Shi Agus, bagaimana kalau di Radar saja latihannya, bisa gak? Alhamdulillah. Ada pak wawan, Hilda, Permana yang akhirnya sampai sekarang (Radar Tasikmalaya) jadi sasana,” ungkapnya.
Kini, Sasana Radar Tasikmalaya juga punya pelatih. Pernah meraih medali di ajang kejuaraan yang diselenggarakan di Surabaya. Juga dahulu di Jogjakarta. Tepatnya di UGM. Namanya Wawan Setiawan. Tinggi. Kepala plontos.
“Dan pak wawan itu dulu saya paksa suruh ikut krn yang paling kaku (gerakannya, red). Sekarang dia yang paling jago. Ya itu lah pokoknya,” pungkas dia. (Permana)
