Doktor Politik!

Doktor
Usman Kusmana, meraih gelar doktor dari Universitas Pasundan. (IST)
0 Komentar

Pejabat birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pun tampak hadir khusus. Ada Pj Sekda Roni Ahmad Sahroni, Asda I Dr Rubi Azhara, hingga Inspektur Kabupaten Tasikmalaya Dadan Wardana.

Tidak sedikit yang datang hanya untuk menyaksikan sidang itu sampai selesai. Barangkali karena mereka tahu, perjalanan menuju gelar doktor bukan perjalanan singkat.

Apalagi bagi seorang politisi aktif. Ada rapat yang harus dijalani. Ada agenda partai yang harus dihadiri. Ada konstituen yang harus ditemui. Tetapi di sela semua itu, Usman tetap menyelesaikan penelitian akademiknya sampai titik akhir.

Baca Juga:MAN 1 Tasikmalaya Mulai Bangun Gedung Laboratorium dan Perpustakaan SBSN 2026Kemana Larinya PAD Karang Resik Kota Tasikmalaya?

Mungkin itu sebabnya apresiasi datang begitu besar. Sebab tidak semua politisi mau kembali duduk serius di bangku kuliah. Tidak semua pejabat sanggup membagi waktu antara politik praktis dan disiplin akademik.

Gelar doktor bagi Usman bukan sekadar tambahan titel di depan nama. Ia menjadi simbol bahwa politik dan pendidikan sebenarnya bisa berjalan berdampingan.

Di akhir acara, para tamu memberi ucapan selamat. Foto demi foto diambil. Karangan bunga terus berdatangan.

Dan sore itu, Aula Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpad) tidak hanya menjadi tempat sidang terbuka promosi doktor.

Ia berubah menjadi panggung penghormatan. Untuk seorang politisi daerah yang memilih menuntaskan perjalanan intelektualnya hingga jenjang tertinggi.

Setelah sidang terbuka selesai, aula belum benar-benar kosong. Orang-orang masih bertahan. Sebagian mengobrol di lorong. Sebagian lagi antre bersalaman. Kamera ponsel terus menyala. Kilatan lampu foto tak berhenti.

Yang menarik justru terjadi setelah toga sidang. Obrolan berubah arah. Bukan lagi soal disertasi. Tetapi soal masa depan.

Baca Juga:Cara Wali Kota Menenangkan Jamaah Haji asal Kota Tasikmalaya!Surprise Amir Mahpud!

Di sudut ruangan, beberapa tokoh tampak berbicara serius. Ada yang berdiri sambil melipat tangan. Ada yang sesekali menepuk bahu Usman Kusmana.

Politik memang selalu pandai mencari momentum. Dan gelar doktor itu terasa bukan sekadar pencapaian akademik. Ia mulai dibaca sebagai simbol kenaikan kelas.

Di Kabupaten Tasikmalaya, nama Usman Kusmana bukan nama baru. Ia lama berada di ruang-ruang strategis politik lokal. Mengatur ritme fraksi. Menjaga komunikasi partai. Menjadi salah satu wajah penting Partai Gerakan Indonesia Raya di daerah.

0 Komentar