TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Judi online dan aktivitas keuangan ilegal kini tak lagi sekadar ancaman di layar ponsel.
Modusnya makin licin, menyusup lewat aplikasi, pesan singkat hingga panggilan misterius tanpa suara.
Kondisi itu membuat Kodim 0612/Tasikmalaya bersama OJK Tasikmalaya turun tangan memperkuat benteng literasi keuangan digital bagi anggota TNI.
Baca Juga:Hanafi Lepas Pelajar Tasikmalaya ke Seleksi Paskibraka Jabar di Tengah Tekanan AnggaranGentra Loka Vol 4 Angkat Karinding Sadulur, Bidik Anak Muda Tasikmalaya
Momentum Hari Kebangkitan Nasional dimanfaatkan untuk menggelar kegiatan bertajuk Deklarasi dan Edukasi Keuangan: Tolak dan Berantas Judi Online, Pinjaman Online Ilegal dan Aktivitas Keuangan Ilegal di Aula Makodim 0612/Tasikmalaya, Senin (18/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi simbol sinergi antara aparat pertahanan dan otoritas jasa keuangan dalam menghadapi maraknya kejahatan finansial digital yang kian meresahkan masyarakat.
Sebab di era serba digital, jebakan bukan lagi datang dari lorong gelap, melainkan muncul manis lewat notifikasi aplikasi.
Acara diikuti anggota TNI jajaran Kodim 0612/Tasikmalaya. Suasana nasionalisme terasa sejak awal kegiatan saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan, sebelum dilanjutkan sambutan dan sesi edukasi.
Kasdim 0612/Tasikmalaya Mayor Czi Wawan MN yang mewakili Dandim menegaskan, judi online, pinjaman online ilegal hingga investasi bodong merupakan ancaman nyata yang bisa menghancurkan ekonomi keluarga dan stabilitas sosial masyarakat.
“Perkembangan teknologi harus diimbangi kesiapan mental dan pengetahuan. Prajurit harus menjadi contoh dalam penggunaan teknologi yang bijak serta mampu melindungi diri dan keluarga dari jebakan aktivitas ilegal,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Herawati menuturkan, perkembangan teknologi digital memang membawa banyak kemudahan, namun juga memunculkan ancaman baru berupa aktivitas keuangan ilegal berbasis teknologi.
Baca Juga:Armada Tua dan Slow Respons, Masalah Sampah di Kota Tasikmalaya Jadi Bom WaktuKarate Tasik Open 2026, Panggung Mencari Bibit Atlet Berprestasi
Menurut dia, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 menunjukkan masih banyak masyarakat menggunakan layanan keuangan tanpa memahami risiko dan aspek keamanannya. Celah itulah yang kerap dimanfaatkan pelaku penipuan digital.
“Modus kejahatan sekarang semakin berkembang, bahkan memanfaatkan Artificial Intelligence atau AI,” tuturnya.
Ia menjelaskan, salah satu modus yang mulai marak yakni silence call atau panggilan tanpa suara yang diduga digunakan untuk mengambil sampel suara korban sebelum disalahgunakan untuk penipuan.
Teknologi memang memudahkan hidup, namun di tangan yang salah bisa berubah menjadi jebakan digital berkedok modernitas.
