TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menyampaikan permohonan maaf atas insiden perilaku spontan dirinya mencekik seorang pengasuh Pondok Pesantren Fauzan Paseh, Ustaz Mabruri, saat kejuaraan baris-berbaris yang digelar Forum Baris Indonesia (Forbasi) Kota Tasikmalaya 1.0.
Setelah ramai menjadi perbincangan publik, Diky Candra buka suara mengenai kondisi dirinya saat peristiwa itu terjadi di GOR Susi Susanti, Sabtu, 16 Mei 2026.
Melalui pesan singkat pada Minggu, 17 Mei 2026, Diky mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya masih dalam masa pemulihan kesehatan usai menjalani perawatan di rumah sakit.
Baca Juga:Wakil Wali Kota Diky Candra Didesak Mundur Usai Insiden Mencekik Pengasuh Ponpes di TasikmalayaWakil Wali Kota Diky Candra Cekik Pengasuh Pondok Pesantren di Tasikmalaya, Akhirnya Islah
Bahkan, menurut pengakuannya, dokter sempat menyarankan agar dirinya belum pulang dan memperbanyak istirahat.
Namun karena merasa tidak nyaman terlalu lama berada di rumah sakit, Diky memutuskan tetap menghadiri agenda kejuaraan baris-berbaris Forum Baris Indonesia (Forbasi) Kota Tasikmalaya 1.0.
Ia mengaku kondisi fisiknya saat itu belum sepenuhnya stabil.
Saat berjalan menuju area kegiatan yang dipadati peserta dan penonton, dirinya masih merasa limbung.
Diky menduga kondisi tersebut dipengaruhi kelelahan usai dirawat di rumah sakit serta kadar gula darah yang masih tinggi akibat diabetes.
Meski demikian, Diky memastikan persoalan dengan Ustaz Mabruri telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Ia menyebut keduanya sudah melakukan islah dan saling memaafkan.
Dalam keterangannya, Diky juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi dan menjadi perhatian publik.
“Alhamdulillah sudah islah baik-baik dan saya meminta maaf atas semua ini,” ungkapnya.
Baca Juga:Dari Pesantren ke Panggung Nasional, Alumni Darussalam Disebut Penjaga Moral dan Sosial BangsaPemilik Toko SRC di Tasikmalaya Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan Rp 42 Juta
Sebelumnya, insiden itu terjadi sekitar pukul 08.00 saat Diky Candra memasuki area lomba Forbasi yang dipenuhi peserta, guru pendamping, dan orang tua siswa.
Di tengah keramaian tersebut, Ustaz Mabruri yang hadir mengenakan pakaian olahraga mencoba menyapa Diky.
Namun karena tidak langsung mengenali sosok yang menyapanya, ditambah kondisi tubuh yang disebut belum stabil, Diky diduga bereaksi spontan ketika ada sentuhan di bagian pinggangnya.
Situasi sempat memanas sebelum akhirnya dilerai ajudan yang berada di lokasi.
Peristiwa ustaz dicekik itu sempat menjadi sorotan karena terjadi di arena perlombaan yang identik dengan disiplin dan ketertiban.
