Menurut dia, kondisi sumur memang cukup membahayakan karena sejajar dengan lantai dan hanya ditutup bambu yang sudah lapuk dimakan usia.
Infrastruktur seadanya itu akhirnya berubah menjadi ancaman nyata bagi penghuni rumah.
“Kedalaman sumur dari atas hingga permukaan air sekitar 12 meter, sedangkan kedalaman air sumur lebih dari tiga meter,” jelasnya.
Baca Juga:Kebakaran Pabrik Gantungan Baju di Tasikmalaya Masih MisteriusNobar Persib vs Persija di Tasikmalaya Sisakan Kebisingan Knalpot Brong, 11 Motor Disikat Polisi
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga pun menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah atau takdir dari Allah SWT,” tambahnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Di balik peristiwa itu, terselip peringatan keras bahwa sumur tanpa pengaman layak bukan sekadar warisan rumah lama, tetapi juga bisa menjadi ancaman yang menunggu korban berikutnya. (rezza rizaldi)
